Ria Norsan : Sinergi Pemerintah-Kadin Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi Kalbar di Tengah Tantangan Global

Foto : Istimewa

KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mengantisipasi dinamika global. Hal tersebut ditekankan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 Kadin Kalbar yang berlangsung di Hotel Alimor, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1/2026).

Gubernur menjelaskan bahwa peran strategis Kadin sangat diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, pencapaian target ambisius tersebut mustahil diraih tanpa dukungan aktif dari para pelaku usaha di daerah yang mampu menciptakan iklim investasi kondusif.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kadin harus tampil sebagai penggerak ekonomi yang mampu membuka peluang investasi seluas-luasnya," tegas Ria Norsan dalam sambutannya.

Meskipun saat ini kondisi ekonomi Kalimantan Barat menunjukkan tren positif dengan inflasi yang terkendali, Gubernur mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap faktor eksternal seperti fluktuasi kurs dolar. Kehadiran kepengurusan Kadin yang solid melalui forum Musprov ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Senada dengan Gubernur, tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO), juga mengingatkan bahwa Kadin memegang tanggung jawab besar dalam mengawal pembangunan. Ia menekankan bahwa organisasi ini tidak hanya fokus pada aspek bisnis semata, tetapi juga harus berkontribusi pada stabilitas keamanan serta membangun pola pikir konstruktif demi kemajuan bersama.

"Kadin melengkapi pemerintah dari sisi dunia usaha. Jika keduanya bersinergi dengan perencanaan yang matang, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera," pungkas OSO. (arya) 

Lebih baru Lebih lama