Borong Penghargaan Nasional, Gubernur Ria Norsan Ungkap Kunci Suksesnya

 

Foto : Istimewa

JAKARTA – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan kualitas pelayanan publik dan performa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang unggul di tingkat nasional. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Majalah TOP Business Nasional di Hotel Raffles Jakarta, Senin (13/4), sejumlah instansi strategis Kalbar berhasil menyabet predikat tertinggi (Bintang 5), membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan yang konsisten dan berkualitas.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi panjang dalam menjaga standar pelayanan. Bank Kalbar kembali mencuri perhatian dengan mempertahankan predikat Bintang 5 untuk kelima kalinya. Di sektor kesehatan, RS Jiwa Kalimantan Barat juga berhasil meraih kategori terbaik dengan predikat yang sama atas inovasi dan kualitas layanannya kepada masyarakat.

Pemerataan Kualitas ke Tingkat Kabupaten
Keberhasilan ini tidak hanya berpusat di provinsi, tetapi juga merambah hingga ke pelosok daerah melalui prestasi di tingkat kabupaten. Sektor pelayanan air bersih menjadi sorotan utama dengan dinobatkannya Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sintang sebagai penyedia layanan terbaik. Sementara itu, Kabupaten Sambas dan Kubu Raya turut memberikan kontribusi di sektor kesehatan melalui penghargaan pelayanan rumah sakit.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa rentetan penghargaan ini tidak boleh dipandang sebagai seremoni semata. "Harapan saya ke depan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan tidak membuat kita cepat puas," tegasnya.

BUMD Sebagai Mesin Ekonomi
Sejalan dengan prestasi tersebut, Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, mengingatkan pentingnya peran BUMD dalam struktur ekonomi daerah. Menurutnya, BUMD memiliki tiga mandat utama: memberikan kemanfaatan umum, menyokong ekonomi daerah, dan menjadi sumber pendapatan daerah.

Dengan aset BUMD nasional yang kini mencapai Rp1.240 triliun dan kontribusi dividen sebesar Rp13,02 triliun, sinergi antara manajemen dan pemerintah daerah menjadi kunci. Kemandirian finansial dan efisiensi operasional BUMD diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat secara berkelanjutan. (arya)


Lebih baru Lebih lama