
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Tertinggi di Pulau Jawa
Perekonomian Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan stabil di tengah tantangan ekonomi global. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), secara quarter to quarter (q-to-q) terhadap kwartal II 2025, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 1,70%. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan daya tahan dan soliditas ekonomi Jatim yang luar biasa. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kinerja ekonomi yang positif meskipun ada fluktuasi ekonomi dunia.
"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga pertumbuhan yang stabil dan inklusif," ujarnya.
Secara year on year (y-o-y) terhadap kwartal III 2024, perekonomian Jatim tumbuh sebesar 5,22%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,04% pada periode yang sama. Dengan pertumbuhan tersebut, Jatim menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,65%, serta 14,54% terhadap perekonomian nasional.
Sektor yang Menjadi Penyumbang Utama Pertumbuhan
Beberapa sektor utama berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim. Industri Pengolahan menjadi penyumbang terbesar, yaitu sebesar 1,87%. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 9,18%.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PMTB sebesar 5,25%. Sedangkan dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Jasa Perusahaan sebesar 9,89%. Di sisi lain, pertumbuhan tertinggi dari segi pengeluaran juga terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,19%.
Faktor Pendukung Pertumbuhan Ekonomi
Faktor pendukung pertumbuhan ekonomi q-to-q adalah pertumbuhan sektor pertanian, khususnya karena masuknya masa puncak panen tebu dan tembakau. Selain itu, peningkatan distribusi listrik dan gas untuk industri dan rumah tangga, serta progres proyek infrastruktur dan realisasi investasi juga memberikan kontribusi besar.
Sementara itu, faktor yang memengaruhi pertumbuhan y-on-y adalah peningkatan realisasi investasi, jumlah wisatawan nusantara, serta peningkatan ekspor luar negeri. Pertumbuhan komponen ekspor barang dan jasa didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas perhiasan/permata ke luar negeri.
Selain itu, perdagangan ke luar provinsi juga mengalami peningkatan karena program misi dagang antara Jawa Timur dengan beberapa provinsi seperti Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan.
"Terakhir, di Nusa Tenggara Timur mampu mencatatkan transaksi tertinggi sepanjang sejarah misi dagang yaitu mencapai Rp 1,882 triliun," ujar Gubernur Khofifah.
Kinerja Ekspor Jawa Timur
Data BPS juga mencatat kinerja ekspor Jawa Timur selama periode Januari-September 2025 meningkat sebesar 20,23% (c-to-c) atau senilai USD 3,86 Miliar. Neraca perdagangan Jawa Timur mengalami surplus sebesar USD 1,33 Miliar.
"Hal ini membuktikan bahwa daya saing produk ekspor Jawa Timur meningkat. Negara tujuan ekspor Non Migas masih didominasi Swiss, Tiongkok dan Amerika," pungkasnya.
Semangat “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”
Menurut Gubernur Khofifah, capaian pertumbuhan ekonomi ini adalah bukti sejalan dengan semangat “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” yang terus mengalir dalam denyut pembangunan daerah.
“Tangguh berarti kemampuan Jawa Timur menghadapi tekanan global tanpa kehilangan arah. Terus Bertumbuh berarti konsistensi memperkuat produktivitas, memperluas investasi, dan menjaga kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha dan industri atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lahir secara kebetulan, melainkan hasil kerja bersama dari seluruh pihak.
“Ini bukti ketangguhan dan kolaborasi seluruh kekuatan ekonomi daerah. Semangat ini adalah wujud dari filosofi Jatim Bisa, bahwa dengan kerja keras, gotong royong, dan inovasi, kita mampu menjaga ketahanan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkualitas,” pungkasnya.