
MediaHarianDigital- Hari Natal sering dikaitkan dengan pohon pinus, lampu berkedip-kedip, dan hadiah yang rapi tersusun di bawahnya. Namun, jika kamu melihat lebih dalam ke berbagai penjuru dunia, suasana Natal ternyata bisa terasa sangat berbeda.
Di beberapa negara, Natal tidak hanya terkait dengan misa malam Natal atau makan malam keluarga, tetapi juga melibatkan ayam goreng cepat saji, pawai makhluk menyeramkan, hingga pergi ke gereja menggunakan sepatu roda. Mendekati Natal 2025, tradisi-tradisi khas ini kembali menjadi sorotan.
Bukan hanya menjadi daya tarik wisata, perayaan Natal di berbagai negara mencerminkan sejarah, budaya, serta cara masyarakat setempat merayakan kegembiraan dan harapan. Bagi kamu yang sedang mencari inspirasi Natal yang berbeda, baik untuk liburan, konten, atau sekadar menambah wawasan, berikut 10 negara dengan perayaan Natal paling istimewa di dunia.
1. Jepang: Perayaan Natal dengan Rasa Ayam Goreng KFC
Di Jepang, perayaan Natal tidak terlalu memiliki nuansa keagamaan. Namun jangan salah, acaranya sangat diminati. Sejak tahun 1970-an, ayam goreng KFC menjadi hidangan utama saat Natal. Tradisi ini dimulai dari kampanye iklan dengan tema Kentucky for Christmas yang kemudian meledak dan masih bertahan hingga sekarang.
Saat mendekati 25 Desember, toko KFC di Jepang ramai dikunjungi oleh banyak orang. Banyak keluarga sudah memesan beberapa hari sebelumnya. Bagi masyarakat Jepang, mengonsumsi ayam goreng pada Hari Natal merupakan simbol kebersamaan dan perayaan yang unik dan modern.
2. Islandia: 13 Anak Nakal Natal
Jika biasanya anak-anak menantikan kedatangan Santa Claus, di Islandia mereka justru menunggu kehadiran 13 Yule Lads. Makhluk dari cerita rakyat ini datang secara berurutan selama 13 malam sebelum Natal. Yule Lads terkenal sebagai sosok yang nakal.
Mereka dapat meninggalkan hadiah kecil bagi anak yang baik, atau kentang busuk untuk anak yang dianggap nakal. Tradisi ini membuat masa menunggu Natal terasa lebih lama dan penuh dengan cerita, khususnya bagi anak-anak di Islandia.
3. Filipina: Perayaan Lantern Raksasa
Filipina terkenal memiliki salah satu musim Natal paling panjang di dunia. Puncaknya adalah Festival Lentera Raksasa atau Ligligan Parul di San Fernando, Pampanga. Lentera-lentera yang berbentuk bintang Bethlehem ini dibuat dalam ukuran besar dengan desain yang sangat rumit.
Ketika malam tiba, lampu berwarna-warna menyala dan bergerak sesuai alunan musik. Perayaan ini bukan hanya merayakan Natal, tetapi juga menjadi simbol kreativitas serta semangat kerja sama masyarakat Filipina.
4. Austria: Pawai Krampus yang Menakutkan
Di Austria, suasana Natal bisa terasa sedikit menyeramkan, khususnya saat Krampusnacht. Pada malam tersebut, warga mengenakan pakaian kostum Krampus, makhluk setengah kambing dan setengah iblis dari mitos pegunungan Alpen, serta berjalan-jalan di jalan-jalan raya.
Krampus dianggap sebagai makhluk yang menghukum anak-anak yang tidak baik menjelang hari Natal. Meskipun terdengar menakutkan, pawai ini justru menjadi perayaan budaya yang menarik minat para wisatawan. Suara bel, topeng kayu, serta suasana gelap memberikan nuansa dramatis yang unik pada perayaan Natal di Austria.
5. Finland: Sauna Pada Malam Natal
Di Finlandia, perayaan Natal dilakukan dengan cara yang sangat tenang dan penuh refleksi. Salah satu tradisi yang paling penting adalah mengunjungi sauna pada malam Natal. Bagi penduduk Finlandia, sauna bukan hanya tempat untuk mandi, tetapi juga ruang untuk membersihkan tubuh dan jiwa.
Tradisi ini terasa semakin istimewa karena Finlandia dikenal sebagai tempat tinggal Santa Claus, yaitu di Rovaniemi. Setelah berendam di sauna, keluarga biasanya menikmati makan malam bersama dalam suasana yang tenang dan hangat.
6. Australia: Liburan Natal di Musim Panas
Saat sebagian besar negara merayakan Natal dengan salju dan pakaian tebal, Australia justru berada di tengah musim panas. Tidak heran, perayaan Natal di sana berkaitan dengan barbekyu, piknik, dan pantai.
Sinterklas versi Australia sering digambarkan memakai celana pendek atau bahkan sedang bermain selancar. Perayaan ini menunjukkan bagaimana Natal dapat disesuaikan dengan lingkungan dan kehidupan setempat, tanpa kehilangan makna pentingnya kebersamaan.
7. Swedia: Cahaya Pada Hari St. Lucia
Setiap tanggal 13 Desember, Swedia memperingati Hari St. Lucia sebagai bagian penting dari perayaan Natal. Dalam acara ini, para gadis muda mengenakan pakaian berwarna putih dengan mahkota yang dihiasi lilin di kepala, sambil berjalan sambil menyanyikan lagu-lagu Natal.
Tradisi ini menggambarkan cahaya yang mengusir kegelapan musim dingin. Di negara yang memiliki hari yang sangat pendek pada musim dingin, St. Lucia menjadi lambang harapan dan kehangatan.
8. Venezuela: Berangkat ke Gereja Menggunakan Sepatu Roda
Di Kota Caracas, Venezuela, terdapat kebiasaan khas yang terdengar mirip dengan pesta di jalan raya. Pada malam Natal, banyak orang pergi ke gereja menggunakan sepatu roda. Tradisi ini sangat diminati hingga beberapa jalan ditutup agar warga dapat meluncur dengan aman.
Dikabarkan, anak-anak bahkan tidur dengan tali yang dikaitkan pada jari kaki mereka, sedangkan ujung tali tersebut diikat ke tempat tidur. Tujuannya adalah agar mereka terbangun ketika mendengar orang-orang berlari menuju gereja.
9. Polandia: 12 Menu Tanpa Daging
Perayaan Natal di Polandia, yang dikenal sebagai Wigilia, dilakukan dengan makan malam yang memiliki makna khusus. Terdapat 12 hidangan tanpa daging yang disajikan, yang melambangkan 12 murid Yesus.
Makan malam baru dimulai ketika bintang pertama muncul di langit, yang menjadi simbol bintang Bethlehem. Suasana terasa khusuk, penuh dengan doa, dan menekankan pentingnya kebersamaan dalam keluarga.
10. Yunani: Kapal Hias sebagai Pengganti Pohon Natal
Di Yunani, simbol Natal tradisional bukan berupa pohon cemara, tetapi perahu kecil yang dihias dan dikenal dengan nama karavaki. Tradisi ini berasal dari kehidupan masyarakat pesisir dan para pelaut.
Kapal hias menggambarkan harapan akan perjalanan yang aman dan kembalinya orang-orang dengan selamat. Sampai saat ini, karavaki masih menjadi hiasan di rumah serta alun-alun kota selama musim Natal.
Kesimpulannya, perayaan Natal 2025 di berbagai negara menunjukkan bahwa Natal tidak selalu dirayakan dengan cara yang sama. Di balik perbedaan adat istiadat, terdapat nilai yang bersifat universal, yaitu kebersamaan, harapan, dan kegembiraan.
Dari ayam goreng di Jepang hingga perawatan sauna di Finlandia, setiap kebiasaan menawarkan cara khas untuk merayakan momen paling hangat di akhir tahun. Jika kamu punya pilihan, Natal seperti negara mana yang paling ingin kamu alami tahun ini?