Bahaya Sindrom Metabolik pada Kadar LDL Menurut Ahli

Bahaya Sindrom Metabolik pada Kadar LDL Menurut Ahli

Dokter spesialis penyakit dalam dan kardiovaskular, Dr. dr. Birry Karim Sp.PD., K-KV., menyampaikan bahwa sindrom metabolik yang biasanya dimulai dari kegemukan dapat memperberat kesulitan dalam mengontrol kadar LDL.

Ia menekankan bahwa kondisi metabolisme yang tidak terkendali meningkatkan risiko kenaikan kolesterol jahat.

Pada seminar di RS Medistra, Jakarta, Selasa (9/12), Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) membahas kasus seorang laki-laki berusia 43 tahun dengan berat badan 158 kg yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, serta didiagnosis mengalami aritmia (gangguan irama jantung).

"Pasien ini menderita sindrom metabolik. Masalahnya tidak hanya disebabkan oleh kolesterol jahat yang tinggi, tetapi juga aritmia, gagal jantung, serta risiko kondisi medis yang lebih serius," kata Dr. Birry.

Kaitan antara obesitas dengan gangguan jantung dan pembuluh darah Hubungan antara kegemukan dan masalah kardiovaskular Keterkaitan obesitas dengan penyakit jantung dan sistem sirkulasi Kepentingan obesitas dalam perkembangan gangguan kardiovaskular Dampak kegemukan terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah

Ia menyarankan agar pria itu segera memperoleh perawatan medis. Ia juga menjelaskan hubungan kausal yang terjadi antara kegemukan dan masalah jantung serta pembuluh darah.

Ia menjelaskan bahwa kegemukan dapat memicu Obstructive Sleep Apnea (OSA), yaitu gangguan pernapasan selama tidur, yang menyebabkan kekurangan oksigen kronis.

Gangguan pengiriman oksigen dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Tingkatkan hipertensi

Selain itu, kegemukan secara umum juga meningkatkan kemungkinan mengidap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung kronis, yang selanjutnya bisa memicu gangguan irama jantung, membentuk siklus penyakit kardiovaskular yang semakin sulit untuk diatasi.

Dokter Birry Karim juga menyoroti kerumitan pengelolaan aritmia pada pasien obesitas karena tantangan regenerasi berat badan (peningkatan kembali berat setelah menurun) yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, yang menjadi dasar pentingnya intervensi medis yang terus-menerus.

Pesan utama mengenai risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi pada pasien obesitas memerlukan tindakan serius, mulai dari perubahan gaya hidup (olahraga dan pengaturan pola makan) hingga penanganan kondisi tambahan seperti aritmia dan kesadaran dalam menjalani pengobatan medis.***

Lebih baru Lebih lama