Hampir Setiap Desember Bitcoin Merah, Bagaimana dengan Tahun Ini?

Pergerakan Bitcoin (BTC) di bulan Desember kembali menjadi sorotan para pelaku pasar. Secara historis, kripto terbesar di dunia ini kerap mengalami pelemahan pada penghujung tahun. Dalam enam tahun terakhir, performa Bitcoin di bulan Desember didominasi zona merah. Tercatat BTC turun 5,15% pada 2019, anjlok 18,9% pada 2021, minus 3,59% pada 2022, serta kembali melemah 2,8% pada akhir 2023. Hanya dua kali Bitcoin berhasil ditutup menguat, yakni pada 2020 dengan lonjakan 46% dan 2023 yang mencatat kenaikan 12%.


Namun, kondisi tahun ini diperkirakan bisa berbeda. Managing Partner dan Kepala Riset Fundstrat Global Advisors, Thomas Lee, menilai Bitcoin memiliki peluang besar untuk mengakhiri Desember dengan kenaikan signifikan. Dalam wawancaranya bersama CNBC Television di YouTube pada Senin (03/11), Lee menyebut bahwa Bitcoin berpotensi menutup tahun ini pada rentang harga US$150.000 hingga US$200.000. Tidak hanya itu, ia juga memperkirakan Ethereum dapat menyentuh level US$7.000.

Prediksi optimistis tersebut didukung oleh sentimen pasar yang kuat sepanjang tahun, semakin meluasnya adopsi institusional, serta dinamika pasokan Bitcoin pasca-halving. Meski demikian, volatilitas tetap menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai investor.

Dengan rekam jejak Desember yang sering memerah namun disertai optimisme analis, pasar kini menantikan apakah Bitcoin kembali mengulang pola historisnya—atau justru menorehkan kejutan positif untuk menutup tahun ini.

Lebih baru Lebih lama