Orang terkaya di dunia, Elon Musk, kembali memantik diskusi seputar Bitcoin (BTC) dengan pernyataannya bahwa energi adalah mata uang yang nyata, dan Bitcoin memiliki dasar tersebut. Dalam sebuah podcast bersama Nikhil Kamath di YouTube, Musk menyebut Bitcoin sebagai “mata uang berbasis fisika” karena proses penciptaannya sangat bergantung pada energi.
Menurut Musk, konsep mata uang tidak hanya sebatas nilai yang disepakati, tetapi juga berkaitan dengan sumber daya nyata yang menopangnya. “Energi adalah mata uang yang sebenarnya. Inilah mengapa saya katakan Bitcoin berbasis pada energi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangkit listrik atau energi pada dasarnya dapat dianggap sebagai bentuk mata uang de facto dalam sistem ekonomi modern.
Apa yang Dimaksud Bitcoin Berbasis Energi?
Bitcoin tidak dicetak seperti uang kertas, melainkan ditambang menggunakan komputer khusus (mining rig) yang menyelesaikan perhitungan matematis kompleks. Proses ini disebut Proof of Work, dan membutuhkan pasokan energi listrik yang besar.
Energi menjadi komponen utama dalam penciptaan Bitcoin, berbeda dengan mata uang fiat yang bergantung pada kebijakan pemerintah dan bank sentral.
Semakin besar jumlah energi yang digunakan, semakin kuat pula jaringan Bitcoin, karena daya komputasi membuatnya sulit diretas.
Inilah yang membuat beberapa tokoh, termasuk Musk, melihat Bitcoin sebagai sistem moneter yang memiliki dasar fisik.
Mengapa Bitcoin Disebut Aset Digital yang “Kuat”?
Terdesentralisasi : Tidak dikendalikan pemerintah atau lembaga mana pun, sehingga lebih tahan terhadap intervensi.
Pasokan terbatas : Hanya akan ada 21 juta BTC. Kelangkaan ini mirip dengan komoditas seperti emas.
Menggunakan energi sebagai fondasi keamanan : Jaringan Bitcoin diamankan oleh jutaan perangkat di seluruh dunia yang bekerja menggunakan energi, hal ini menciptakan sistem yang hampir mustahil dimanipulasi.
Transparan dan dapat diverifikasi : Semua transaksi tercatat di blockchain, buku besar digital yang bisa diakses siapa saja.
Apa Risiko dan Tantangannya?
Meski dianggap sebagai aset modern yang revolusioner, Bitcoin juga menyimpan tantangan:
Konsumsi energi tinggi memicu kritik karena dampak lingkungan, meskipun kini banyak miner beralih ke energi terbarukan.
Volatilitas harga sangat tinggi, sehingga tidak cocok dijadikan satu-satunya instrumen investasi.
Risiko keamanan di level pengguna, misalnya salah menyimpan private key dapat menyebabkan kehilangan aset.
Pernyataan Elon Musk tentang Bitcoin sebagai “mata uang berbasis energi” mengajak publik memahami cara kerja Bitcoin secara lebih ilmiah. Energi yang digunakan dalam proses penambangan bukan hanya biaya, tetapi juga fondasi keamanan dan kelangkaan Bitcoin. Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat melihat Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi sebagai inovasi teknologi finansial berbasis fisika dan energi.
Jika Anda ingin, saya bisa buatkan versi berita yang lebih formal, versi infografik, atau versi singkat untuk media sosial.
