Foto : Istimewa
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memantapkan posisi Kalimantan Barat sebagai destinasi utama olahraga nasional dan internasional, khususnya cabang bola voli, menyusul suksesnya penyelenggaraan Proliga Bola Voli 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kamis (8/1/2026). Keberhasilan tersebut menjadi pijakan strategis menuju ajang yang lebih besar di level Asia.
Komitmen itu ditandai dengan konfirmasi resmi bahwa Pontianak akan menjadi tuan rumah AVC Championship 2026 pada Mei mendatang. Turnamen bergengsi tingkat Asia tersebut akan mempertemukan delapan klub terbaik dari lima zona Asia, termasuk Asia Tenggara. Salah satu wakil Indonesia yang dipastikan tampil adalah Bhayangkara Presisi.
“Insya Allah bulan Mei nanti akan ada kegiatan voli internasional, yaitu AVC Championship. Akan hadir perwakilan dari berbagai negara Asia, dan Kalimantan Barat siap menjadi tuan rumah,” ujar Gubernur Ria Norsan kepada awak media usai membuka Proliga.
Tak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan event internasional ini juga dirancang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Skema tiket Proliga 2026 dibuat inovatif, di mana penonton membayar Rp50.000 dan dana tersebut dikembalikan dalam bentuk voucher belanja yang dapat digunakan di tenant UMKM di area GOR.
“Sistem ini membuat penonton bukan hanya menikmati pertandingan, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Gubernur juga berharap kehadiran atlet-atlet nasional dan internasional dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalbar untuk berprestasi. Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Ketua KONI Kalbar yang baru, Daud Yordan, pembinaan olahraga di daerah akan semakin progresif dan kompetitif.
Penunjukan Pontianak sebagai tuan rumah AVC Championship bukan tanpa alasan. Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, mengapresiasi kualitas GOR Terpadu Ahmad Yani yang dinilai telah memenuhi standar internasional. Menurutnya, di luar Pulau Jawa, fasilitas olahraga representatif untuk event internasional saat ini hanya tersedia di Pontianak dan Medan.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, sinergi pemerintah dan induk organisasi olahraga, serta antusiasme masyarakat, Kalimantan Barat optimistis mampu menyelenggarakan ajang internasional secara sukses sekaligus memperkuat citra daerah sebagai pusat sport tourism baru di Indonesia. (surya)
