
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen penting bagi sektor pariwisata Indonesia. Terjadi perubahan menarik dalam kebiasaan bepergian masyarakat, baik untuk tujuan luar negeri maupun arus mudik dalam negeri. Selain itu, kunjungan wisatawan ke Indonesia pada masa yang sama tetap tinggi.
Berdasarkan data pemesanan perjalanan Trip.com, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah adalah tujuan wisata internasional yang diminati oleh wisatawan dari Indonesia. Kedekatan lokasi dan kemudahan akses menjadikan kota-kota di Asia Tenggara sebagai prioritas utama. Namun, yang menarik adalah munculnya tren tujuan baru yang mengalami perkembangan pesat.
Kota Madinah mengalami peningkatan pesanan yang sangat signifikan, melebihi 500 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, destinasi musim dingin seperti Sapporo meningkat lebih dari 250 persen, diikuti oleh Adelaide yang mendekati kenaikan 200 persen. Fenomena ini menunjukkan bahwawisatawanIndonesia kini semakin aktif dalam menemukan destinasi wisata.
Tradisi Mudik dan Liburan Lokal
Meskipun banyak orang melakukan perjalanan ke luar negeri, tradisi kembali ke kampung halaman tetap bertahan kuat. General Manager Trip.com Indonesia, Khrisna Arya, mengatakan bahwa hampir sepertiga pengunjung memilih rute dalam negeri.
"Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki ciri khas karena menggabungkan antusiasme perayaan dengan tradisi pulang kampung yang meriah," ujar Khrisna, dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, 9 Februari 2026.
Rute seperti Jakarta - Pontianak dan Jakarta - Medan menjadi jalur paling sibuk yang menunjukkan konsentrasi penduduk yang merayakan Tahun Baru Imlek di kampung halaman. Puncak kepadatan arus mudik pada Imlek tahun ini diperkirakan terjadi pada tanggal 13 hingga 15 Februari 2026.
Daya tarik Indonesia
Bukan hanya penduduk setempat yang melakukan perjalanan, Indonesia juga mengalami peningkatan jumlah wisatawan asing. Tiongkok, Malaysia, dan Singapura menjadi negara dengan kontribusi terbesar. Fokus utama daya tarik berada di Bali dan Lombok, dengan tempat-tempat populer seperti Nusa Penida, Waterbom Bali, serta Candi Borobudur sebagai objek wisata paling diminati. Keanekaragaman budaya, sejarah, serta keunikan Indonesia tetap menjadi faktor utama yang menarik minat banyak pengunjung.
Selain negara-negara tersebut, Indonesia mulai mendapatkan perhatian dari pasar yang lebih luas. Pengunjung dari Italia, Selandia Baru, hingga Jerman menunjukkan peningkatan yang mencolok. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan alam Indonesia masih memiliki nilai yang tinggi di tingkat global.
Bagi para wisatawan, data menunjukkan bahwa 43% dari pesanan kini dilakukan lebih dari 60 hari sebelum keberangkatan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang matang menjadi faktor utama dalam merayakan liburan panjang tahun ini.