Satu Tahun Norsan-Krisantus: Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,39 Persen, Lampaui Rata-Rata Nasional

 

Foto : Istimewa

PONTIANAK – Memasuki genap satu tahun masa jabatan pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan berhasil membawa tren positif bagi makro ekonomi Kalimantan Barat. Di bawah kendali keduanya, pertumbuhan ekonomi Kalbar tercatat menyentuh angka 5,39 persen, secara signifikan melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa penguatan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar sejak awal tahun pertama telah membuahkan hasil nyata bagi produktivitas masyarakat.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya merupakan fase krusial untuk membangun fondasi pembangunan berbasis hasil, bukan sekadar urusan administratif. Instrumen Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Daerah (IKD) dijadikan alat kendali agar program pemerintah lebih terukur dan akuntabel. Hasilnya, angka kemiskinan di Kalbar berhasil ditekan hingga 5,97 persen pada September 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,63 persen, sebuah capaian yang lebih baik dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen.

Pemerataan pembangunan wilayah juga menjadi sorotan utama dengan keberhasilan mendorong persentase desa mandiri hingga mencapai 51,07 persen. Di sektor pangan, stabilitas ketersediaan terjaga dengan Indeks Ketahanan Pangan pada angka 71,52. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan pengendalian ketimpangan pendapatan, di mana Gini Rasio Kalbar berada pada angka 0,308, jauh lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai 0,375, menandakan distribusi ekonomi yang lebih merata di Bumi Khatulistiwa.

Fokus pada Sumber Daya Manusia (SDM) pun menunjukkan grafik meningkat dengan Usia Harapan Hidup masyarakat Kalbar yang mencapai 74,28 tahun dan prevalensi stunting yang terus ditekan di angka 14 persen. Sementara itu, dalam hal tata kelola digital, Pemprov Kalbar meraih predikat "Sangat Baik" dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,89. Prestasi ini diperkuat dengan masuknya Kalbar dalam 10 besar nasional Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025, yang membuktikan transparansi pemerintahan Norsan-Krisantus diakui secara luas.

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menambahkan bahwa capaian tahun pertama ini merupakan batu pijakan untuk melakukan percepatan pembangunan di tahun kedua. Sesuai dengan arahan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Pemprov Kalbar akan terus menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Fokus ke depan tetap pada peningkatan kesejahteraan, kualitas SDM, serta pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa demi mewujudkan visi Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (surya)
Lebih baru Lebih lama