PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H. Pemerintah Provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk meningkatkan suplai ke setiap SPBU guna mengurai antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepastian ini disampaikan Gubernur usai melaksanakan konferensi video bersama Kapolri terkait persiapan Operasi Ketupat 2026 di Pospam Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (20/3). Langkah percepatan distribusi ini ditargetkan tuntas dalam waktu dekat agar aktivitas masyarakat menyambut hari raya tidak terhambat.
"Insyaallah dalam satu dua hari ini, SPBU kita minta disuplai secara maksimal agar antrean segera terurai. Saya minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik karena stok tersedia," ujar Ria Norsan.
Menyikapi dinamika di lapangan, Gubernur secara tegas memperingatkan para spekulan agar tidak melakukan tindakan ilegal seperti penimbunan BBM. Ia menegaskan bahwa Forkopimda se-Kalimantan Barat akan melakukan pengawasan ketat dan tidak segan menindak pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi di atas kesulitan masyarakat.
Persoalan distribusi BBM ini menjadi salah satu poin krusial dalam arahan Kapolri untuk menjaga kondusivitas wilayah selama masa mudik dan lebaran. Gubernur menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran logistik dan keamanan publik.
"Jangan ada yang menimbun atau melanggar aturan. Pesan Kapolri sangat jelas, kita harus menjaga situasi tetap kondusif demi kepentingan bersama," pungkasnya. (arya)
