Gubernur Ria Norsan Salurkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Momentum Silaturahmi Ramadan

Foto : Humas Pemprov 

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa keharmonisan hubungan antarwarga merupakan fondasi utama kekuatan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah yang mempertemukan jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan perbankan, hingga sektor swasta di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (3/3).

Acara ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial berbuka puasa bersama, tetapi menjadi ruang penyelarasan visi pembangunan melalui penguatan kesalehan sosial. Sebagai bukti nyata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Baznas, DMI, dan mitra swasta seperti Harita Group menyalurkan santunan tunai kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa, paket sembako, hingga beasiswa pendidikan tingkat SMP dan SMA.

"Jangan remehkan kekuatan silaturahmi. Jika hubungan antarwarganya baik, insya Allah urusan pembangunan di Kalimantan Barat pun akan dimudahkan oleh Allah SWT. Ini adalah momentum untuk memperbaiki hubungan vertikal dan horizontal kita," ujar Ria Norsan dalam sambutannya.

Gubernur secara khusus mengetuk pintu hati para pimpinan instansi dan perusahaan di Kalimantan Barat untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga yang kesulitan di bulan mulia ini. Ia menekankan bahwa harta yang didonasikan untuk yatim dan dhuafa tidak akan berkurang, melainkan menjadi investasi spiritual bagi para pelakunya.

Suasana religius di Pendopo Gubernur semakin kental dengan tausiyah dari Ustadz Jalaludin Ahmad yang mengingatkan jemaah untuk mengejar ampunan agar tidak menjadi golongan yang "celaka" pasca-Ramadan. Uniknya, dalam kesempatan tersebut, jemaah juga diajak untuk menunaikan salat sunnah gerhana sebagai bentuk pengagungan terhadap fenomena alam yang terjadi pada malam tersebut.

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kalbar Dr. Hj. Erlina, pimpinan ormas Islam seperti DMI dan IPHI, serta jajaran Kepala OPD ini mencerminkan soliditas kepemimpinan di Kalimantan Barat. Sinergi antara pemerintah, korporasi, dan lembaga keagamaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat gotong royong yang berkelanjutan di seluruh wilayah Bumi Khatulistiwa. (arya) 

Lebih baru Lebih lama