Malaysia Berencana Import 200 Ribu Ton Beras Indonesia

 

Foto : Ilustrasi AI

JAKARTA – Keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan kini memosisikan tanah air sebagai eksportir beras potensial di kawasan Asia Tenggara. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Indonesia tengah memproses rencana ekspor beras sebanyak 200.000 ton ke Malaysia melalui Perum Bulog. Langkah strategis ini diambil menyusul kondisi cadangan beras nasional yang berada pada level sangat aman, bahkan diprediksi akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Ketahanan Stok dan Jaminan Harga Domestik
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa rencana ekspor ini tidak akan mengganggu stabilitas pangan di dalam negeri. Per 13 April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 4,72 juta ton dan diproyeksikan akan segera menembus angka 5 juta ton.

"Kami yakinkan tidak ada kenaikan harga beras untuk masyarakat Indonesia," ujar Rizal pada Selasa (14/4/2026).

Ekspansi Pasar Internasional
Rencana pengiriman ke Negeri Jiran merupakan tindak lanjut dari permintaan resmi pihak Malaysia. Sebagai langkah konkret, salah satu jajaran direksi Bulog telah diberangkatkan ke Malaysia untuk mematangkan kesepakatan tersebut. Selain Malaysia, Indonesia juga membidik pasar negara tetangga lainnya seperti:
  1. Papua Nugini
  2. Filipina
Rekam Jejak Ekspor
Keberhasilan ini bukanlah yang pertama di tahun ini. Sebelumnya, Indonesia telah membuktikan kualitas berasnya di pasar global melalui ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Pengiriman tersebut ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai lumbung pangan yang kompetitif.(arya)

Lebih baru Lebih lama