PONTIANAK – Dunia pendidikan dan masyarakat Kalimantan Barat kehilangan salah satu tokoh intelektual terbaiknya seiring berpulangnya Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA. Mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) dua periode tersebut mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 14 April 2026, pukul 00.07 WIB di usia 63 tahun. Kepergian sosok yang dikenal sebagai ilmuwan berdedikasi ini meninggalkan warisan besar bagi pengembangan sains dan kemajuan akademik di daerah.
Dedikasi Prof. Thamrin terhadap dunia pendidikan tercatat jelas melalui kepemimpinannya di Untan selama dua masa jabatan, yakni 2011–2015 dan 2015–2019. Sebelum menjabat sebagai Rektor, Guru Besar FMIPA Untan ini memiliki peran krusial dalam sejarah berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di kampus tersebut, mulai dari masa persiapan hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Dekan.
Di bidang keilmuan, kepakaran alumnus ENSCT-INP Toulouse, Prancis ini diakui secara luas, khususnya dalam pengembangan kimia agroindustri. Salah satu warisan risetnya yang paling fenomenal adalah kepemilikan hak paten metode produksi biodiesel menggunakan katalis limbah tandan kosong kelapa sawit. Inovasi ini membuktikan visi almarhum dalam menciptakan energi alternatif berbasis potensi lokal Kalimantan Barat.
Rekam jejak profesionalnya dimulai dari sektor industri pada tahun 1988 sebelum akhirnya memilih jalan pengabdian sebagai pendidik. Kombinasi pengalaman praktis dan akademis menjadikan Prof. Thamrin tidak hanya sekadar pemimpin institusi, tetapi juga mentor bagi generasi muda dalam mengeksplorasi bidang sains. Kini, meskipun raga sang cendekiawan telah tiada, seluruh karya, inovasi, dan semangat pengabdiannya dipastikan akan tetap menjadi rujukan dan inspirasi bagi kemajuan bangsa di masa depan.(arya)
