Foto : Ilustrasi AI
MEMPAWAH – Upaya pengungkapan penyebab pasti kebakaran di SMPN 4 Sungai Kunyit kini memasuki tahapan investigasi ilmiah melalui keterlibatan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalimantan Barat. Langkah ini diambil guna memastikan apakah insiden yang menghanguskan ruang keterampilan tersebut murni disebabkan oleh faktor teknis atau ada unsur lain, dengan dugaan kuat sementara mengarah pada kegagalan instalasi listrik.
Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan, menegaskan bahwa pelibatan Puslabfor adalah prosedur standar untuk mendapatkan hasil yang objektif. Pada olah TKP yang digelar Sabtu (18/4) pagi, tim ahli telah mengumpulkan sejumlah bukti kunci di lokasi kejadian.
Fokus Penyelidikan dan Temuan Lapangan:
Barang Bukti: Petugas mengamankan potongan kabel instalasi listrik dan sisa material kebakaran berupa arang sebagai sampel uji laboratorium. Titik Awal Api: Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga kuat berasal dari area plafon di pintu sebelah timur bagian tengah bangunan. Indikasi Penyebab: Temuan sementara di lapangan menunjukkan adanya dugaan korsleting (arus pendek) listrik.
Meskipun indikasi awal sudah ditemukan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan final. Iptu Lodrick menyatakan bahwa kesimpulan resmi masih harus menunggu proses sinkronisasi antara hasil uji laboratorium forensik dengan keterangan para saksi yang telah diperiksa.
Dampak dari musibah ini menyisakan kerugian materiil yang cukup besar, ditaksir mencapai Rp200 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan struktural bangunan serta hilangnya berbagai peralatan administrasi sekolah. Sebagai langkah preventif, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik guna menghindari risiko kebakaran susulan.
Iptu Lodrick mengimbau agar pihak sekolah maupun masyarakat sekitar tetap tenang dan tidak membangun spekulasi liar selama proses penyelidikan berlangsung. "Percayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian," tutupnya. (arya)
