Ria Norsan : Akselerasi Konektivitas Ketapang Melalui Pembangunan Jembatan Pesaguan-Kendawangan

Foto : Istimewa

Gubernur Ria Norsan memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui rangkaian kunjungan kerja strategis di Kabupaten Ketapang pada Kamis (9/4/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kalimantan Barat ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan provinsi, mulai dari perencanaan hingga eksekusi infrastruktur, berjalan selaras dengan kebutuhan rill masyarakat di tingkat kabupaten.

Agenda utama kunjungan ini berfokus pada penguatan arah kebijakan daerah melalui partisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dalam forum tersebut, Ria Norsan menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten adalah kunci utama dalam merumuskan prioritas pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, perencanaan yang matang merupakan fondasi agar setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.

Selain aspek perencanaan, Gubernur juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas ekonomi masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi konkret pemerintah dalam menjaga daya beli warga terhadap komoditas pokok di tengah fluktuasi harga pasar.

Sektor infrastruktur menjadi perhatian khusus dalam kunjungan ini, yang ditandai dengan peninjauan rencana pembangunan Jembatan Pesaguan-Kendawangan. Ria Norsan menilai proyek ini sebagai urat nadi konektivitas yang akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Ketapang. Ia menginstruksikan agar pengerjaan fisik nantinya dilakukan secara optimal dan disiplin waktu demi kepentingan mobilitas publik.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan peninjauan sektor pendidikan di SMKN 1 Ketapang untuk memantau kualitas fasilitas serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan berdialog langsung bersama siswa dan guru, Gubernur ingin memastikan bahwa investasi pada sumber daya manusia berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Kehadiran program MBG di sekolah tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah provinsi terhadap pemenuhan gizi generasi muda sebagai pilar masa depan Kalimantan Barat. (arya)

Lebih baru Lebih lama