Harga Bitcoin Ambruk di Bawah US$ 70.000 Akibat Aksi Jual dan Likuidasi Massal

Foto : Ilustrasi AI

JAKARTA-Memburuknya sentimen pasar global telah menyeret harga Bitcoin anjlok ke bawah level US$ 70.000 untuk pertama kalinya sejak April lalu, sekaligus meruntuhkan dua narasi utama tentang kekuatannya sebagai aset pelindung. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual mengejutkan oleh salah satu pemegang korporasi terbesar dan diperparah oleh gelombang likuidasi massal senilai ratusan juta dolar di pasar berjangka. Ambruknya harga kripto nomor satu ini terjadi di saat pasar saham konvensional justru mencetak rekor tertinggi. Fenomena tersebut mematahkan anggapan bahwa Bitcoin bertindak sebagai "emas digital" yang kebal terhadap ketidakpastian geopolitik seperti perang AS-Iran, sekaligus memutus tren bahwa pergerakannya akan selalu seirama dengan agresivitas saham-saham teknologi.

Berdasarkan data terkini dari Coin Metrics pada Selasa waktu setempat yang dikutip dari CNBC pada Rabu (3/6/2026), harga Bitcoin sempat merosot lebih dari 6% hingga menyentuh posisi US$ 67.014,97, bahkan sempat tertekan ke titik terendahnya sejak 5 April di angka US$ 66.954,99. Efek domino dari jatuhnya Bitcoin ini turut menyeret aset kripto utama lainnya seperti Ether (ETH) yang melemah 4,7%, serta memicu rapor merah bagi saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan sektor kripto. Dalam perdagangan tersebut, saham Strategy merosot tajam hingga 9%, diikuti oleh penurunan Galaxy sebesar 5,9%, dan Coinbase yang melemah 4,7%.

Kepanikan pasar ini bermula pada hari Senin ketika perusahaan pelopor penyimpan Bitcoin terbesar, Strategy, melaporkan penjualan sebagian kecil aset Bitcoin mereka untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Langkah ini sangat mengejutkan pelaku pasar karena bertolak belakang dengan prinsip fundamental pendirinya, Michael Saylor, yang selama ini dikenal teguh dengan jargon "jangan pernah jual Bitcoinmu." Aksi korporasi ini langsung memicu kepanikan para trader pengguna sistem utang (leverage) yang sebelumnya bertaruh harga akan naik (long position). 

Ketika pasar berbalik arah, bursa kripto terpaksa melakukan tindakan tegas berupa long liquidation dengan menjual paksa aset para trader demi menutup kerugian. Data dari CoinGlass mencatat total likuidasi massal yang terjadi di berbagai bursa kripto mencapai angka fantastis, yakni sebesar US$ 594 juta hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir, yang kian menjauhkan Bitcoin dari upayanya kembali ke rekor tertinggi di atas US$ 126.000.(arya)

Lebih baru Lebih lama