
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga 30 Juni 2026, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp57,74 miliar dari total dana bersih hasil IPO sebesar Rp100,23 miliar. Realisasi tersebut seluruhnya sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disampaikan dalam prospektus IPO.
Dana hasil IPO digunakan untuk mendukung pengadaan persediaan, khususnya pembelian bahan baku, melalui PT Realfood Winta Asia sebagai entitas anak perusahaan. Penggunaannya dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan operasional dan tahapan implementasi yang telah direncanakan. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata menyatakan bahwa pengelolaan dana hasil IPO merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mengoptimalkan modal yang dipercayakan investor. Ia menegaskan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara disiplin, efektif, dan bertanggung jawab. Setiap realisasi penggunaan dana dilakukan berdasarkan roadmap bisnis yang telah ditetapkan hingga tahun 2027. Hal ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan operasional Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Hingga akhir Juni 2026, RLCO masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp42,49 miliar dari total dana bersih yang diperoleh. Dana tersebut ditempatkan pada rekening giro perseroan guna menjaga likuiditas. Selain itu, dana akan direalisasikan secara bertahap sesuai target waktu penggunaan dana hingga tahun 2027.
Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi menegaskan bahwa realisasi penggunaan dana hingga semester pertama tahun 2026 berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami perubahan dari alokasi yang telah disampaikan kepada publik. “Hingga saat ini tidak terdapat perubahan maupun deviasi terhadap rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam Prospektus,” ujarnya.
Perusahaan ini secara berkala menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal sekaligus implementasi prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Sejalan dengan roadmap bisnis hingga tahun 2027, RLCO akan terus mengoptimalkan penggunaan dana hasil IPO untuk memperkuat operasional, menjaga ketersediaan bahan baku, serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Berbagai langkah yang diambil oleh RLCO menunjukkan komitmennya dalam menjaga kepercayaan investor dan memastikan penggunaan dana yang transparan dan bertanggung jawab.