IHSG Diprediksi Naik Selasa, Rekomendasi Saham BRI Danareksa


Pada perdagangan hari Senin (6/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,69% ke level 5.916,07. Meskipun demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 163 miliar di pasar reguler.

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset SAPA MENTARI menyebutkan bahwa penguatan IHSG lebih didorong oleh aksi technical rebound. Namun, nilai transaksi yang masih relatif rendah, sekitar Rp 9,5 triliun, menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.

Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan technical rebound selama mampu bertahan di atas level support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis di level 6.000. Hal ini menjadi indikasi bahwa tren positif bisa berlanjut jika tekanan penjualan tidak terlalu besar.

Pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$ 145 miliar. Selain itu, investor juga akan menunggu risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Menurut BRI Danareksa, kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah serta arus dana asing di pasar keuangan domestik. Dari pasar global, bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,29% ke level 53.055,91, diikuti S&P 500 yang menguat 0,72% menjadi 7.537,43 dan Nasdaq Composite yang naik 1,12% ke level 26.121,16.

Rekomendasi Saham

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
Saham BUVA berhasil menembus level resistance minor di 820 dengan didukung peningkatan volume transaksi. Kondisi tersebut membuka peluang penguatan lanjutan menuju area resistance berikutnya di 910–965.

  • Buy: Rp 830–Rp 860
  • Target 1: Rp 910
  • Target 2: Rp 965
  • Stop loss: di bawah Rp 800

PT Indika Energy Tbk (INDY)
INDY mampu memantul (rebound) dari area support kuat di kisaran Rp 1.800–Rp 1.900. Saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya.

  • Buy: Rp 2.000–Rp 2.020
  • Target 1: Rp 2.070
  • Target 2: Rp 2.120
  • Stop loss: di bawah Rp 1.950

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
AKRA menguat 3,59% pada perdagangan sebelumnya dan sedang menguji level psikologis Rp 1.300. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan menuju area resistance selanjutnya semakin terbuka.

  • Buy on Break: di atas Rp 1.300
  • Target 1: Rp 1.330
  • Target 2: Rp 1.370
  • Stop loss: di bawah Rp 1.250

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
BRI Danareksa menilai tren saham ADHI masih berada dalam fase bearish dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Investor disarankan mewaspadai potensi pelemahan menuju area support berikutnya di kisaran Rp 135–Rp 140.

  • Rekomendasi: Sell
  • Harga terakhir: Rp 146
  • Support berikutnya: Rp 135–Rp 140
Lebih baru Lebih lama