MEMPAWAH - Ajang tahunan Robo’-Robo’ Bidar Race Kuala Mempawah 2026 kembali digelar dan dipastikan berlangsung sangat menantang. Sebanyak 48 tim dayung terbaik yang mewakili berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat dipastikan turun gelanggang untuk bertarung menaklukkan arena pacu jalur Sungai Kuala Mempawah pada Minggu (16/8). Kegiatan yang tergabung dalam rangkaian pesta adat dan budaya Robo’-Robo’ ini menjadi salah satu agenda lomba yang paling dinantikan oleh masyarakat Mempawah serta kawasan sekitarnya.
![]() |
| Lomba sampan bidar dalam acara robo'-robo' di pelabuhan kuala, mempawah |
Ribuan pasang mata masyarakat lokal hingga wisatawan memadati sepanjang bantaran sungai demi menyaksikan langsung unjuk kecepatan dan ketangkasan para pendayung. Gemuruh sorak-sorai serta ketukan ritme pendayung di atas perahu bidar membakar semangat para peserta yang berlaga. Setiap tim bertarung sengit meretas gelombang sungai, mengerahkan seluruh tenaga demi membawa pulang gelar juara dan menjaga gengsi daerah masing-masing.
Di balik riuk persaingan dan keseruan balapan, keberadaan lomba perahu bidar dalam perayaan Robo’-Robo’ menyimpan makna filosofis yang sangat mendalam. Secara historis, tradisi ini erat kaitannya dengan penghormatan terhadap sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon di bumi Mempawah. Selain sebagai bentuk syukur atas keberkahan air dan sungai yang menjadi sumber kehidupan, tradisi ini juga dimaknai sebagai simbol ritual tolak bala demi keselamatan bersama.
Lebih dari sekadar ajang ketangkasan fisik, lomba bidar mengajarkan nilai penting tentang kekompakan, keselarasan, dan kerja keras. Dalam satu perahu, setiap pendayung wajib menjaga tempo serta irama kayuhan secara harmonis; satu ketidakselarasan kecil saja bisa merusak keseimbangan perahu. Hal ini menggambarkan filosofi hidup bermasyarakat di Kalimantan Barat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai persatuan, gotong royong, dan kedisiplinan dalam mencapai tujuan bersama.
Penyelenggaraan Robo’-Robo’ Bidar Race 2026 ini pun membuktikan bahwa warisan budaya tak hanya sekadar kenangan masa lalu, melainkan identitas pemersatu yang terus hidup dan mempererat silaturahmi antardaerah. Melalui perpaduan antara kearifan lokal, olahraga tradisional, dan semangat kebersamaan, event ini sukses memperkokoh solidaritas masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan budaya Kalimantan Barat agar tetap lestari melintasi zaman.
