Korban NTT - Gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin meningkat. Hingga hari Selasa (18/8), jumlah korban yang tercatat mencapai 70 orang meninggal dunia dan 538 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 331.220 orang harus mengungsi sementara 16.441 kepala keluarga (KK) terdampak oleh bencana ini.
Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan jumlah korban yang telah teridentifikasi hingga saat ini. Ia menyampaikan rincian total korban yang mencapai 608 orang, dengan perincian sebagai berikut:
- 70 orang meninggal dunia
- 331.220 orang mengungsi
- 16.441 KK terdampak
Menurut Fathur, wilayah yang paling parah terkena dampak gempa adalah Kabupaten Manggarai, dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak yaitu 27 orang. Diikuti oleh Kabupaten Manggarai Timur dengan 25 orang korban jiwa.
Berikut rincian korban gempa berdasarkan wilayah:
-
Kabupaten Nagekeo
Total korban: 30 orang
Meninggal dunia: 8 orang
Luka ringan: 9 orang
Luka berat: 13 orang -
Kabupaten Ngada
Total korban: 38 orang
Meninggal dunia: 2 orang
Luka ringan: 19 orang
Luka berat: 17 orang -
Kabupaten Manggarai Timur
Total korban: 449 orang
Meninggal dunia: 25 orang
Luka ringan: 242 orang
Luka berat: 182 orang -
Kabupaten Sikka
Total korban: 6 orang
Meninggal dunia: 4 orang
Luka berat: 2 orang -
Kabupaten Manggarai Barat
Total korban: 8 orang
Meninggal dunia: 2 orang
Luka berat: 2 orang
Luka ringan: 4 orang -
Kabupaten Manggarai
Total korban: 49 orang
Meninggal dunia: 27 orang
Luka berat: 8 orang
Luka ringan: 14 orang -
Kabupaten Ende
Total korban: 28 orang
Meninggal dunia: 2 orang
Luka berat: 4 orang
Luka ringan: 22 orang
Berdasarkan data sementara, total korban gempa mencapai 608 orang, terdiri dari: * 70 orang meninggal dunia * 230 orang mengalami luka berat * 308 orang mengalami luka ringan
Pihak berwenang terus berupaya mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat bagi para korban. Bantuan logistik serta medis juga terus disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat.