Dunia media sosial sedang ramai dibicarakan mengenai adanya dugaan rekaman CCTV yang dikaitkan dengan Inara Rusli dan diduga menjadi bukti perselingkuhannya dengan Insanul Fahmi, suami dari Wardatina Mawa.
Kata kunci "link CCTV Inara Rusli" juga menjadi viral di berbagai media, mulai dari X hingga TikTok.
Isu ini muncul setelah Wardatina Mawa mengakui memiliki rekaman CCTV yang ia sebut sebagai bukti dugaan perselingkuhan suaminya. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah podcast dan langsung memicu rasa penasaran masyarakat.
Wardatina menyampaikan bahwa rekaman tersebut baru saja ia terima beberapa minggu lalu dan telah ia serahkan kepada penyidik bersamaan dengan laporan dugaan perselingkuhan.
Dalam pernyataannya, Wardatina mengungkapkan bahwa proses pengumpulan bukti berlangsung selama beberapa minggu, dan isi rekaman yang ia anggap sebagai bukti peristiwa tersebut terjadi pada bulan Agustus.
Benarkah terdapat tautan video CCTV Inara Rusli yang menyebar?
Sampai saat ini belum ada bukti yang sah menunjukkan keberadaan video CCTV seperti yang sering dibicarakan di media sosial. Banyak unggahan yang menyebutkan "video full CCTV Inara Rusli" ternyata hanya berisi cerita satu pihak tanpa data yang bisa diperiksa kebenarannya.
Pengawasan terhadap beberapa tautan yang diunggah oleh netizen menemukan bahwa sebagian besar tautan tersebut mengarah ke situs lain yang bisa saja berisiko, termasuk ancaman phishing. Pengguna media sosial diminta untuk lebih waspada dan tidak mengklik tautan yang sumbernya tidak jelas.
Apa Kandungan Video yang Dibahas?
Wardatina Mawa menyatakan bahwa video yang ia serahkan kepada pihak kepolisian merupakan rekaman dari kamera CCTV yang menunjukkan dugaan perselingkuhan suaminya dengan Inara Rusli. Ia juga menyebutkan bahwa rekaman tersebut memiliki durasi yang cukup lama.
Namun, isi dari video tersebut tidak pernah dipublikasikan, dan pihak kepolisian belum mengungkapkan informasi apa pun kepada masyarakat.
Maknanya, seluruh informasi yang beredar di dunia internet saat ini masih berupa pernyataan pihak tertentu dan belum diverifikasi kebenarannya.