Gubernur Ria Norsan Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat Kalimantan Barat dalam Kondisi Aman Hingga Idul Fitri 2026


Gubernur Ria Norsan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan terkendali hingga Idul Fitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan menjelang meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar murah di sejumlah daerah. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi lonjakan inflasi akibat peningkatan konsumsi musiman.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa operasi pasar murah digelar untuk memastikan ketersediaan bahan pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kendala distribusi maupun kelangkaan stok di pasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan usai membuka kegiatan operasi pasar murah di Kabupaten Landak. Pemerintah daerah, kata dia, terus memantau pergerakan harga serta memastikan rantai pasok berjalan lancar agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang signifikan.

Ria Norsan juga menegaskan bahwa program operasi pasar murah tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Kebijakan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun sosial, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat secara merata.

Di sisi lain, terkait ketersediaan LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon, Gubernur memastikan stok dalam kondisi aman. Pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pertamina agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan energi rumah tangga tersebut.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik apabila muncul isu kelangkaan atau lonjakan harga LPG bersubsidi. Pemerintah telah meminta pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap normal dan harga tidak melonjak hingga merugikan masyarakat. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas kebutuhan pokok dan energi rumah tangga tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri mendatang.




Lebih baru Lebih lama