
SOLO – Mobil bekas yang dijual dengan harga sebanding dengan sepeda motor banyak ditemukan di pasar. Harga mobil bekas ini biasanya berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta, yang lebih murah dibandingkan harga sepeda motor baru dengan kisaran paling murah belasan juta rupiah, seperti skutik 110 cc dan sekelasnya.
Agus, pemilik Garasi Mobkas Om Cilok di Gunung Kidul mengatakan bahwa mobil bekas tahun tua sering kali dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan sepeda motor. Menurutnya, hal ini merupakan harga pasarannya.
“Kondisi mobilnya beragam. Beberapa unit masih cukup bagus sehingga bisa langsung digunakan, sementara ada juga yang masih membutuhkan perbaikan. Untuk mobil lansiran tahun 80-an hingga 90-an, harga jualnya memang sekitar itu, bahkan bisa lebih murah dari pada motor,” ujarnya.
Beberapa unit mobil bekas memiliki surat-surat lengkap, seperti STNK, BPKB, dan pajak yang masih aktif. Namun, ada juga yang sudah mati karena mobil tersebut termasuk mobil lawas.
“Jual beli mobil tua memang berisiko. Jika salah perhitungan, bisa saja rugi. Karena kerusakan bisa muncul tiba-tiba. Begitu juga bagi calon pembeli, harus memperlakukan mobil tua berbeda dengan mobil-mobil tahun muda,” ujar Agus.
Menurut Agus, pihaknya sering membeli mobil-mobil tua di pasar untuk kemudian dijual kembali. Dalam prosesnya, beberapa perbaikan dilakukan agar mobil benar-benar siap digunakan dalam mobilitas harian.
Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten, menjelaskan bahwa mobil bekas dengan harga setara sepeda motor atau dalam rentang Rp 15 hingga Rp 30 jutaan umumnya berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian ekstra.
“Usia mobil biasanya sudah sangat tua, bisa lebih dari 15 hingga 25 tahun, bahkan lebih. Artinya, komponen seperti suspensi, karet-karet, sistem pendingin, dan kelistrikan mungkin sudah aus dan perlu perbaikan,” ujarnya.
Kondisi mesin mobil bekas ini bervariasi. Ada yang masih sehat karena dirawat dengan baik, tetapi banyak juga yang sudah lemah, boros, atau sering rewel.
“Beberapa mobil murah juga mungkin pernah mengalami turun mesin, overheat, atau perbaikan besar sehingga dijual dengan harga rendah. Selain itu, teknologinya memang sudah jauh tertinggal dibandingkan mobil modern,” kata Imun.
Interior dan bodi mobil bisa saja tidak terawat, seperti dasbor retak, jok sobek, AC kurang dingin, atau cat kusam. Beberapa unit juga mungkin memiliki riwayat banjir, tabrakan, atau pajak mati.
“Dari segi fungsi, mobil seharga motor tetap bisa digunakan harian. Tapi pembeli harus siap dengan biaya perbaikan tambahan agar benar-benar layak digunakan sesuai keinginan konsumen,” ujar Imun.
Mobil bekas dengan harga sepeda motor memaksa pemilik atau calon pembeli untuk mentoleransi penurunan fungsi beberapa fitur pendukung, seperti AC, elektrik mirror, power window, dan sejenisnya.
Jadi, gambaran kondisi mobil bekas seharga sepeda motor memang kebanyakan masih bisa dioperasikan untuk aktivitas harian. Hanya saja, ada potensi perbaikan tak terduga yang bisa muncul tiba-tiba.