KALBAR TERKINI -Film Korea The Great Flood menyajikan kisah bencana yang melibatkan skala besar, dikombinasikan dengan elemen fiksi sains dan emosi yang mendalam.
Dibintangi oleh Kim Da-mi, film ini menceritakan kondisi dunia pada masa depan di mana berbagai kota terendam banjir akibat krisis lingkungan yang semakin memburuk.
Cerita mengisahkan perjuangan seorang wanita bernama An-na yang terjebak di sebuah gedung apartemen ketika air terus meningkat tanpa henti.
Pada situasi darurat, ia harus bertahan hidup sambil menghadapi keterbatasan waktu, ruang, dan sumber daya. Kondisi menjadi lebih rumit ketika muncul tokoh lain dengan tujuan tertentu yang berkaitan dengan teknologi mutakhir.
Tidak hanya menampilkan ketegangan khas film bencana, The Great Flood juga menyentuh isu kemanusiaan, kecerdasan buatan, serta dampak dari ambisi manusia terhadap alam. Efek visual banjir menjadi salah satu daya tarik utama film ini, memperkuat suasana mencekam sepanjang alur ceritanya.
Sebagai film yang menggabungkan genre bencana dan sains fiksi, The Great Flood memberikan pendekatan yang berbeda dibandingkan film-film bencana lainnya.
Film ini lebih menekankan konflik perasaan dan etika tokoh-tokohnya, sehingga menciptakan pengalaman menonton yang tidak hanya menguras emosi, tetapi juga memicu pemikiran penonton.
Sinopsis
Pada masa mendatang, dunia menghadapi ancaman kehancuran akibat banjiran global yang disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrem serta keruntuhan sistem lingkungan.
Kota-kota besar secara perlahan terendam, sistem infrastruktur hancur, dan manusia berusaha bertahan di tengah kekacauan.
Di Seoul, An-na (Kim Da-mi), seorang perempuan dengan latar belakang studi teknologi canggih, terjebak dalam sebuah gedung apartemen yang semakin tenggelam oleh air.
Pada situasi darurat itu, ia berupaya bertahan hidup sambil menjaga anaknya, meskipun peluang untuk selamat semakin berkurang.
Kondisi semakin memburuk saat Hee-jo (Park Hae-soo) muncul dengan tujuan penyelamatan yang tidak sepenuhnya jelas.
Sementara air terus meningkat dan waktu semakin berkurang, ternyata bencana ini tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga melibatkan eksperimen teknologi serta kecerdasan buatan yang pernah dilakukan manusia.
Dalam pertandingan melawan waktu, An-na harus membuat keputusan penting: tetap bertahan untuk menjaga keselamatan orang yang ia cintai, atau mengorbankan segalanya demi masa depan umat manusia.
Bencana Banjir Besar menyajikan kisah mengenai ketangguhan manusia, cinta, serta akibat dari ambisi teknologi dalam situasi bencana terbesar dalam sejarah.
***