Ulasan film The Great Flood di Netflix, akting Kim Da Mi mengesankan, tapi

Ulasan film The Great Flood di Netflix, akting Kim Da Mi mengesankan, tapi

MediaHarianDigital.CO –Film The Great Flood kini tersedia untuk ditonton melalui layanan Netflix. Sayangnya, film tersebut belum mampu memenuhi harapan para penonton.

Berlatar di sebuah gedung apartemen yang tergenang air, The Great Flood merupakan film bencana ilmiah yang menggambarkan usaha putus asa umat manusia untuk bertahan hidup pada hari terakhir Bumi.

Kim Da Mi memainkan peran sebagai Anna, seorang ilmuwan AI yang akhirnya menjadi harapan terakhir bagi umat manusia, sekaligus seorang ibu tunggal yang sangat mencintai putranya.

Review The Great Flood

Film ini dimulai dengan Anna terbangun dari tidurnya setelah putranya yang berusia enam tahun, Ja In (Kwon Eun Seong), yang selalu memakai kacamata renang, terus mengganggunya.

Hujan mengguyur dengan lebat pada hari itu, dan segalanya terlihat biasa saja. Namun, air mulai memasuki apartemen Anna, sehingga membuatnya segera mengemas barang-barangnya dan membawa anaknya.

Air telah mencapai tingkat yang menimbulkan kekhawatiran, dan para penghuni yang panik berusaha menemukan jalan keluar di tengah keributan.

Dari sini, sutradara Kim Byung Woo memperkuat ketegangan dengan membuat Anna, yang sedang membawa anaknya, berada dalam kondisi yang sangat berat.

Ia berupaya membebaskan diri, namun dihadang oleh berbagai halangan, seperti bertemu dengan penduduk yang ramai di kedua sisi tangga menuju atap, melintasi koridor yang tergenang air, serta kebocoran gas yang menyebabkan beberapa ledakan.

 

Film ini juga memperkenalkan tokoh lain bernama Hee Jo (Park Hae Soo), seorang petugas keamanan dari perusahaannya, yang berada di sisi lain kompleks apartemen.

Ia berada di tempat itu untuk menyelamatkan mereka. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting, apakah mereka bisa selamat dari banjir ketika air terus meningkat, terlebih dengan gelombang pasang yang menghancurkan blok apartemen?

Awalnya semua terlihat menggiurkan, membuat penonton berharap bagaimana sutradara akan membawa alur cerita ini agar tetap mempertahankan tensi film thriller tentang bertahan hidup dalam genre bencana.

Efek khusus dalam adegan banjir secara keseluruhan terlihat baik, meskipun terdapat beberapa bagian yang terlihat tidak alami, yang mungkin mengganggu ketenangan menonton.

Namun, sutradara Woo memiliki pendekatan berbeda dalam memperluas cerita yang ia tulis bersama Han Ji Su. Di tengah film, ia mengambil langkah signifikan dengan memasuki wilayah fiksi ilmiah.

Sayangnya, usaha untuk mengarahkan paruh kedua yang berbeda dalam nada, dalam narasi yang bertujuan membuat penonton meragukan apa sebenarnya yang terjadi, telah gagal akibat beban ambisinya sendiri.

Penonton merasa kecewa dengan aspek misteri yang terlalu rumit. Belum lagi penambahan unsur dramatisasi berlebihan yang dimaksudkan untuk membuat penonton merasa kasihan terhadap kesulitan Anna.

Bencana Besar mungkin dianggap sebagai film yang kompleks, dan mungkin diperlukan sebuah sekuel untuk mengumpulkan petunjuk serta menyusun kesimpulan.***

Lebih baru Lebih lama