24 Jam Terakhir, Gunung Lewotobi Alami 2 Gempa dan 20 Tremor Non-Harmonik

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotobi Alami 2 Gempa dan 20 Tremor Non-Harmonik


MEDIAHARIANDIGITAL - 
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksona memberikan laporan mengenai kondisi gunung dalam 24 jam terakhir, Rabu (21/1/2026) mulai pukul 00.06 hingga 12.00 Wita.

Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan letak geografis pada Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl.

Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada pada tingkat III atau SIAGA.

"Secara visual, gunung berapi tertutup kabut 0-I hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak terlihat. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang menuju utara dan timur laut," tulisnya dilansir dari situs magma.esdm.go.id pada Kamis (22/1/2026) siang.

Klimatologi

Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah hingga kencang menuju utara dan timur laut.

Suhu lingkungan berkisar antara 21 hingga 28°C. Tingkat curah hujan mencapai 6,72 mm per hari.

Pengamatan Kegempaan

Sementara berdasarkan pengamatan gempa, gunung Lewotobi mengalami dua kali gempa hembusan dengan amplitudo berkisar antara 4,4 hingga 29,6 mm, dan durasi gempa mencapai 31 hingga 35 detik.

20 kali gempa tidak harmonis dengan amplitudo 2,9-7,4 mm, dan durasi gempa 61-102 detik.

Empat gempa frekuensi rendah dengan amplitudo berkisar antara 4,4 hingga 29,6 mm, serta durasi gempa mencapai 23 hingga 29 detik.

1 gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 14,8 mm, S-P 2,5 detik dan durasi gempa 20 detik.

Dua gempa tektonik lokal dengan amplitudo berkisar antara 11 hingga 14,8 mm, selisih waktu S-P antara 7,6 hingga 8,7 detik, serta durasi gempa mencapai 46 hingga 57 detik.

Lima kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo berkisar antara 2,9 hingga 29,6 mm, selisih waktu S-P antara 18,8 hingga 67 detik, serta durasi gempa mencapai 48 hingga 113 detik.

Rekomendasi

Saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Tingkat IV atau SIAGA dengan saran sebagai berikut:

1. Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta para pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam jarak 6 Km dari pusat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

2. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mematuhi petunjuk dari Pemda serta tidak percaya pada berita-berita yang sumbernya tidak jelas.

3. Penduduk di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki waspada terhadap risiko banjir lahar yang bisa terjadi di sungai-sungai yang bermuara di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, khususnya jika terjadi hujan deras, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

4. Penduduk yang terkena dampak hujan abu dari Gunung Lewotobi Laki-laki, menggunakan masker atau penutup mulut dan hidung untuk mencegah risiko abu vulkanik yang berbahaya bagi sistem pernapasan.

5. Pemerintah Daerah secara terus-menerus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

6. Badan Vulkanologi dan Pencegahan Bencana Geologi akan terus bekerja sama dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Satlak PB setempat dalam menyampaikan data mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui nomor telepon 022-7272606. (Sumber: MAGMA Indonesia/kgg).


Lebih baru Lebih lama