
MediaHarianDigital.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memberikan penjelasan mengenai kondisi cuaca di kawasan Bandung yang terasa dingin dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyebutkan bahwa suhu dingin telah terjadi sejak tanggal 4 Januari 2026.
Berdasarkan data dari BMKG, suhu udara pada tanggal 4 dan 8 Januari berkisar sekitar 20,4 derajat Celsius.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menyampaikan bahwa penyebab cuaca dingin disebabkan oleh Jawa Barat, khususnya Bandung yang masih memasuki musim hujan. Cuaca hujan berasal dari lapisan atmosfer atas yang lebih sejuk, sehingga membawa suhu dingin ke permukaan bumi.
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Selanjutnya, air hujan yang turun menguap dan menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan, serta udara, sehingga menyebabkan penurunan suhu. "Udara yang lebih dingin dan padat turun menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan," katanya, Senin (12/1/2026). 2. Air hujan yang jatuh kemudian menguap dan menyerap panas dari tanah, tumbuhan, dan udara, akibatnya suhu menjadi lebih rendah. "Udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan ketika hujan," ujarnya, Senin (12/1/2026). 3. Setelah hujan turun, air yang jatuh menguap sambil menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan, dan udara, sehingga membuat suhu turun. "Udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan saat terjadi hujan," kata dia, Senin (12/1/2026). 4. Air hujan yang turun menguap dan menyerap panas dari tanah, tumbuhan, dan udara, menyebabkan penurunan suhu. "Udara yang lebih dingin dan padat turun menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan," ucapnya, Senin (12/1/2026). 5. Hujan yang turun menyebabkan air menguap dan menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan, serta udara, sehingga suhu menjadi lebih dingin. "Udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan," tambahnya, Senin (12/1/2026).
Ia menyatakan bahwa suhu dingin selama musim hujan adalah hal yang biasa. Ia mencatat bahwa pagi hingga siang hari terjadi hujan lebat di beberapa daerah di Jawa Barat.
Teguh Rahayu menyebutkan bahwa puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari hingga Maret tahun 2026. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang ekstrem dan risiko bencana. "Masyarakat tetap perlu menjaga kewaspadaan," katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan berbagai bencana seperti tanah longsor, banjir hingga angin kencang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat.