Prakiraan Cuaca Jateng 13 Januari 2026: Demak, Jepara, Pati, Kudus Berpotensi Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca Jateng 13 Januari 2026: Demak, Jepara, Pati, Kudus Berpotensi Hujan Lebat

MediaHarianDigital- Ramalan cuaca wilayah Jawa Tengah pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2026 dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang.

Di dalam pernyataannya, mereka mengimbau masyarakat di kawasan pesisir timur, khususnya Demak, Jepara, Pati, dan Kudus agar tetap waspada.

Karena hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi menghancurkan wilayah tersebut.

Seperti yang diketahui, kemiringan Gunung Muria di kawasan Kabupaten Pati, Jepara, dan Kudus beberapa waktu terakhir dilanda bencana hidrometeorologi.

Dimulai dari hujan deras, angin kencang, hingga badai puting beliung.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa menyebutkan, puncak musim hujan Jawa Tengah berlangsung pada bulan Januari hingga Februari.

Oleh karena itu, kemungkinan curah hujan tinggi masih akan terus berlangsung di seluruh wilayah Jawa Tengah.

"Potensi hujan sedang hingga lebat ini akan terjadi di sebagian besar wilayah Jateng dalam seminggu ke depan atau tiga hari ke depan," ujar Oktarisa saat dihubungi, Senin (12/1/2026).

Ia menyebutkan wilayah Pantura Timur, seperti Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan perlu memperkuat kesiapsiagaan.

Cuaca yang sangat ekstrem dan hujan deras akan mengguyur daerah tersebut selama tiga hari berikutnya.

"Pantura Timur berada di wilayah Demak, Pati, Kudus, dan Jepara, mungkin selama tiga hari ke depan (berpotensi cuaca ekstrem). Ya (hujannya) sedang hingga lebat hingga ekstrem," katanya.

Selain risiko hujan deras, masyarakat juga diimbau waspada terhadap angin kencang.

"Di daerah pesisir yang dekat dengan laut berisiko terjadi puting beliung atau angin kencang," tambahnya.

Ia menyampaikan bahwa hujan lebat terus berlangsung sejak 9 Januari 2025 dan risiko banjir masih mengancam kawasan Pantura Timur.

Terlebih lagi dua hari yang lalu di Jepara, Kudus, dan Demak dilanda hujan lebat dengan curah di atas 100 mm per hari yang menyebabkan banjir bandang di beberapa lokasi.

BMKG menguraikan beberapa faktor penyebab, seperti tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, pertemuan angin (konvergensi), serta kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi.

Masih terdapat risiko banjir karena curah hujan tinggi yang telah berlangsung selama dua hari, sejak tanggal 9 (Januari 2025), hujan deras terjadi, kemungkinan hujan lebat akan terus berlangsung hingga tiga hari ke depan di kawasan Pantura Timur," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk terus memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca dan lebih waspada. Selanjutnya, dia juga mengimbau warga agar menjauhi area berbahaya yang berisiko roboh saat hujan lebat, seperti baliho, tiang listrik, pohon besar, dan sebagainya.

"Diimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta selalu memperbarui informasi dari sumber yang dapat dipercaya atau mengakses data di info BMKG," ujarnya. (*)

Sumber: kompas.com

Lebih baru Lebih lama