
Kerusakan Ekosistem di Cagar Alam Pegunungan Fakfak
Penebangan pohon di kawasan konservasi Cagar Alam Pegunungan Fakfak, Papua Barat, telah menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan habitat burung cenderawasih. Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Kaimana, Brian Stevano, menyatakan bahwa ekosistem yang menjadi rumah bagi spesies langka ini kini mengalami gangguan akibat aktivitas penebangan yang dilakukan setelah eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Fakfak.
Kawasan tersebut sebelumnya merupakan wilayah yang dilindungi dan menjadi tempat tinggal alami dari burung cenderawasih, yang tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Papua, tetapi juga menjadi bagian penting dari biodiversitas daerah. Namun, tindakan penggunaan alat berat untuk eksekusi lahan telah merusak lingkungan alami ini, sehingga memicu kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap ekosistem.
Daerah Terdampak dan Spesies yang Terancam
Lokasi yang terkena dampak penebangan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimati, yang termasuk dalam kawasan konservasi. Di sini, selain burung cenderawasih, masih terdapat beberapa spesies lain yang hidup, seperti kakatua jambul kuning, nuri kepala hitam, dan rangkong. Semua spesies ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberagaman hayati di wilayah tersebut.
Brian Stevano menekankan bahwa kawasan cagar alam bukan hanya tempat tinggal bagi satwa liar, tetapi juga menjadi rumah bagi banyak spesies yang dilindungi. Oleh karena itu, kerusakan yang terjadi dapat membahayakan keberadaan spesies-spesies tersebut dan mengganggu keseimbangan ekologis di kawasan tersebut.
Dampak Jangka Panjang terhadap Populasi Burung Cenderawasih
Penebangan pohon di area ini dikhawatirkan akan mempersempit ruang gerak serta mengurangi sumber pakan bagi burung-burung yang tinggal di sana. Jika aktivitas ini terus berlanjut secara masif, populasi burung cenderawasih bisa mengalami penurunan drastis hingga berpotensi punah. Brian menegaskan bahwa jika tidak segera dihentikan, burung cenderawasih sebagai ikon Pegunungan Fakfak akan hanya menjadi dongeng bagi generasi mendatang.
Imbauan BBKSDA untuk Masyarakat
Meskipun proses hukum yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Fakfak sedang berlangsung, BBKSDA Papua Barat meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Beberapa imbauan yang disampaikan antara lain:
- Berhenti merambah hutan di kawasan konservasi
- Menghentikan perburuan satwa liar
Langkah-langkah ini penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas di Kabupaten Fakfak agar tetap terjaga untuk masa depan. Dengan kesadaran masyarakat dan upaya perlindungan yang terkoordinasi, diharapkan ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati ini dapat tetap bertahan dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.