
Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.414 pada Rabu (6/1/2026).
Perang yang dimulai dari ketegangan setelah Uni Soviet masih berlangsung tanpa ada jaminan akhir.
Sejak kemerdekaan Ukraina, hubungan dengan Rusia selalu dipengaruhi oleh persaingan kekuasaan dan saling tidak percaya.
Puncaknya terjadi pada tahun 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan yang mendukung Rusia.
Tidak lama setelah itu, Rusia mengambil alih Krimea dan mendukung kelompok pemisah di Donbas.
Tegangan berubah menjadi konflik besar setelah Rusia memasuki Ukraina pada bulan Februari 2022.
Hingga kini, pertarungan masih berlangsung dengan munculnya eskalasi baru berupa serangan drone yang dilakukan oleh Ukraina di berbagai wilayah Rusia dan Ukraina.
Terbaru, pesawat tak berawak Ukraina menyerang Moskow, Belgorod, Kursk, dan Lipetsk di Rusia, serta Kharkiv di Ukraina, menurut laporan The Guardian.
Konflik yang semula berkenaan dengan wilayah kini telah berkembang menjadi persaingan geopolitik, kompetisi pengaruh global, serta pertarungan narasi dunia mengenai keamanan dan stabilitas regional.
Para pengamat menganggap jalannya menuju perdamaian masih jauh dan penuh tantangan, mengingat peningkatan aktivitas militer serta ketegangan global yang terus berlangsung.
Berikut ringkasan perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.412 pada Senin (5/1/2026):
Rusia Mengklaim Ukraina Melakukan Serangan Drone Harian ke Moskow
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa Ukraina melakukan serangan menggunakan drone terhadap Moskow setiap hari sepanjang tahun 2026.
Serangan ini menunjukkan peningkatan dibandingkan serangan sebelumnya yang lebih jarang terjadi terhadap ibu kota Rusia.
Pada hari Minggu (4/1/2026), sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 57 pesawat tak berawak di kawasan Moskow.
Angka tersebut mencakup dari total 437 pesawat drone yang ditembak jatuh di Rusia, menurut kementerian.
Ukraina belum memberikan pernyataan langsung terkait klaim tersebut.
Kota Kyiv semakin kerap memanfaatkan pesawat drone jarak jauh guna menyerang sasaran di wilayah Rusia.
Ukraina mengklaim serangan tersebut bertujuan untuk mengganggu pasokan militer dan infrastruktur energi Rusia.
Tindakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan biaya dari upaya perang Moskow serta merespons serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia yang terus-menerus.
Perang ini telah berlangsung hampir empat tahun sejak serangan Rusia terhadap Ukraina.
Tiga Bandara di Moskow Ditutup Karena Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina
Tiga dari empat bandara utama di Moskow ditutup sementara terhadap penerbangan pada hari Minggu (4/1/2026).
Penutupan terjadi setelah Ukraina mengirimkan puluhan drone, menurut pihak berwenang.
Serangan menyebabkan beberapa keterlambatan penerbangan, termasuk di bandara terbesar kedua di Moskow, Vnukovo.
Liputan media Rusia menginformasikan adanya gangguan terjadi selama liburan Tahun Baru dan Natal Ortodoks yang berlangsung lama.
Musim ini menjadi salah satu periode paling sibuk bagi sektor transportasi dan pariwisata di Rusia karena banyak penduduk yang melakukan perjalanan.
Dua Penduduk Rusia Meninggal Dunia Karena Serangan Pesawat Tanpa Awak Ukraina
Dua orang meninggal dunia akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, menurut laporan pejabat setempat pada hari Minggu (4/1/2026).
Gubernur Belgorod mengumumkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya, termasuk seorang anak kecil, cedera setelah sebuah drone menabrak kendaraan.
Seorang korban lainnya meninggal dalam serangan drone di sebuah desa yang berada di wilayah Kursk, menurut tambahan dari gubernur setempat.
Tiga Luka Diderita di Kharkiv Akibat Serangan Pesawat Tanpa Awak, Korban Jiwa Bertambah
Di Ukraina, tiga orang mengalami luka-luka di wilayah Kharkiv akibat serangan pesawat tanpa awak semalam hingga hari Minggu (4/1/2026).
Lima orang tewas akibat serangan rudal Rusia di kota Kharkiv pada hari Jumat.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, menyatakan adanya bagian tubuh yang ditemukan di bawah puing-puing sebuah gedung.
Serangan Drone Ukraina Menyebabkan Kebakaran di Wilayah Industri Yelets
Serangan pesawat tanpa awak Ukraina menyebabkan kebakaran di kawasan industri kota Yelets, wilayah Lipetsk, Rusia.
Kepala wilayah tersebut mengatakan tidak ada korban jiwa.
Yelets menjadi tempat berdirinya pabrik baterai Energiya, produsen utama baterai dan akumulator yang digunakan oleh sektor pertahanan Rusia.
Menurut Ukraina, pabrik tersebut pernah menjadi target serangan sebelumnya.
(/Andari Wulan Nugrahani)