
Operasi Absolute Resolve yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela berlangsung dengan cepat, dan Presiden Donald Trump mengatakan hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Pasukan Delta Force berhasil "menculik" Presiden Nicolas Maduro. Pertanyaannya, ke mana militer Venezuela dan di mana para pengawal Maduro yang diberitakan sebagian berasal dari Kuba?
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine menyatakan bahwa operasi militer tersebut memerlukan kerja intelijen selama "berbulan-bulan" yang mengungkap berbagai informasi mengenai Maduro.
Dan Caine menegaskan, intelijen Amerika Serikat bekerja untuk mengumpulkan informasi dan data, termasuk mengetahui tempat tinggal Maduro serta makanan yang ia konsumsi.
Proses "ekstraksi" melibatkan sekitar 15 pesawat serta personel militer, angkatan laut, dan marinir yang "bekerja sama" dengan berbagai lembaga dan aparat penegak hukum di Amerika Serikat.
Jenderal Dan dan Caine menyebutkan bahwa pasukan Amerika Serikat memanfaatkan "unsur kejutan" dalam pelaksanaan operasi tersebut. Pasukan berhasil menggulingkan dan menghancurkan sistem pertahanan udara negara itu selama operasi saat menuju kompleks tempat tinggal Maduro.
Dan Caine menyebutkan bahwa helikopter "ditembak" dan mereka merespons dengan "kekuatan yang luar biasa." Ia mengklaim bahwa Maduro dan istrinya "menyerah" sebelum ditangkap.
Keberhasilan operasi militer Amerika Serikat di Venezuela menjadi peringatan bagi negara-negara lain di kawasan Amerika Latin, seperti Kolombia dan Kuba yang mungkin menjadi sasaran berikutnya.
Anggota pemerintahan Trump menjelaskan bahwa para pemimpin otoriter dan tokoh lain di Amerika Latin telah diberi peringatan setelah penangkapan Maduro.
Selama konferensi pers, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, tampak menyampaikan peringatan kepada pemimpin-pemimpin di Kuba yang berideologi komunis. Kemungkinan besar, Amerika Serikat akan melakukan operasi militer terhadap Kuba.
Rubio mengatakan: "Saat presiden (Trump) berbicara, Anda perlu menganggapnya dengan serius." Selanjutnya ia menyebutkan bahwa banyak pengawal yang menjaga Maduro berasal dari Kuba.
"Jika saya tinggal di Havana dan berada dalam pemerintahan, saya setidaknya akan merasa cemas," tambahnya.