Ical Tanjung Membongkar Makna di Balik Sinematografi Legenda Kelam Malin Kundang

Sinematografi yang Membawa Karakter ke Dunia Nyata


Di balik layar film Legenda Kelam Malin Kundang (2025), ada banyak teknik dan konsep yang digunakan untuk membangun narasi visual yang kuat. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah sinematografi, yang tidak hanya sekadar mengambil gambar, tetapi juga membantu memperkuat karakter dan emosi dalam film. Dalam wawancara dengan Ical Tanjung, ICS, Director of Photography dari film ini, terungkap beberapa fakta menarik tentang bagaimana teknik-teknik tersebut dipilih dan diterapkan.

Pemilihan Gerak Kamera Mengikuti Karakter


Salah satu prinsip utama yang diterapkan oleh Ical Tanjung adalah bahwa gerak kamera harus selalu mengikuti karakter. Hal ini dilakukan agar para pemain bisa lebih bebas berekspresi tanpa gangguan teknis. Menurutnya, "Kita ingin membuat mereka sebebas mungkin dalam bermain, dengan meminimalkan gangguan teknis." Dengan demikian, penonton bisa lebih merasakan perjalanan karakter melalui tampilan visual yang alami.

Posisi Karakter di Tengah Frame


Dalam film ini, posisi Alif (diperankan oleh Rio Dewanto) sering kali berada di tengah frame, baik saat sendirian maupun bersama orang lain. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi karakter dan memudahkan penonton untuk fokus pada perjalanan hidupnya. Ical menjelaskan bahwa "Kita ingin penonton mengikuti kisah hidup Alif, jadi kita memberinya ruang yang cukup."

Teknik Tanpa Cut to Cut untuk Menjaga Emosi


Ical Tanjung juga menjelaskan bahwa penggunaan cut to cut dalam beberapa adegan dihindari agar emosi karakter tidak terputus. Dengan menggunakan kamera yang bergerak cepat dari satu karakter ke karakter lain, ia berusaha menjaga alur emosional yang konsisten. "Kita ingin emosi tetap nyambung," ujarnya. Teknik ini juga membutuhkan persiapan yang lebih matang dari tim kamera, tetapi hasilnya lebih mudah menyampaikan pesan film kepada penonton.

Teknis di Balik Adegan Awal Film


Di adegan pertama film, Alif sedang menyetir mobil di tengah hujan lebat. Untuk menciptakan efek seperti mata Alif, kamera ditempatkan di dalam mobil, tepat di samping Rio Dewanto. Teknik ini membutuhkan perencanaan matang, termasuk penggunaan proyektor dan efek hujan manual di studio. Selain itu, pergerakan kamera juga disesuaikan dengan emosi Alif, sehingga penonton merasa terlibat dalam adegan tersebut.

Konsep Warna yang Dingin dan Gelap


Konsep warna dalam film ini cenderung gloomy dan cool, dengan dominasi warna abu-abu dan biru. Hal ini dilakukan karena karakter Alif memiliki konflik batin yang kompleks, dan suasana dingin mencerminkan ketidakpastian dan misteri yang ada dalam dirinya. Meski ada elemen kehangatan dalam keluarga, atmosfer tetap dingin, mencerminkan kesulitan Alif dalam menerima kehangatan tersebut.

Kesimpulan

Sinematografi dalam Legenda Kelam Malin Kundang (2025) bukan hanya sekadar teknik pengambilan gambar, tetapi juga menjadi alat untuk memperkuat narasi dan emosi. Dengan pendekatan yang hati-hati dan kreatif, Ical Tanjung berhasil menciptakan visual yang memperkaya pengalaman menonton film ini. Dari posisi kamera hingga konsep warna, setiap aspek telah dipertimbangkan untuk menciptakan kisah yang mendalam dan menyentuh.

Lebih baru Lebih lama