Listrik Desa Dipercepat, Bahlil Targetkan Indonesia 100% Berlistrik 2030

Target Pemerintah untuk Listrik di Seluruh Desa dan Dusun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia telah memiliki akses listrik penuh pada tahun 2029–2030. Target ini mencakup sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang hingga saat ini belum teraliri listrik.

Program listrik desa menjadi prioritas nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah melihat akses listrik sebagai fondasi penting dalam pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Presiden Prabowo mengarahkan bahwa hingga 2029–2030, semua desa atau dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semuanya sudah berlistrik,” ujar Bahlil dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menekankan bahwa kehadiran listrik menjadi simbol keadilan sosial yang wajib dipenuhi negara. Upaya menuju target tersebut telah berjalan sepanjang 2025. Kementerian ESDM mencatat pemasangan listrik desa dilakukan di 1.516 lokasi yang menjangkau 77.616 pelanggan. Program ini difokuskan pada wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Bantuan Pasang Baru Listrik

Selain program listrik desa, pemerintah juga menjalankan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga yang sudah berada di sekitar jaringan listrik, tetapi belum tersambung karena keterbatasan biaya. Sepanjang 2025, bantuan pemasangan baru diberikan kepada 205.968 rumah tangga dengan biaya rata-rata sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per rumah.

“Selain program listrik desa, juga ada bantuan pemasangan baru,” ujar Bahlil.

Peningkatan Kapasitas Pembangkit Nasional

Percepatan elektrifikasi turut ditopang oleh peningkatan kapasitas pembangkit nasional. Sepanjang 2025, kapasitas terpasang bertambah sekitar 7 gigawatt sehingga total kapasitas listrik nasional mencapai 107,51 gigawatt atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan 2024. Kenaikan pasokan tersebut menjaga keandalan sistem di tengah peningkatan kebutuhan listrik.

Peningkatan akses dan pasokan listrik turut mendorong konsumsi listrik per kapita nasional menjadi 1.584 kWh pada 2025, naik dari 1.411 kWh pada 2024. Pemerintah menilai tren ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan akses energi hingga ke pelosok.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Beberapa langkah strategis telah diambil untuk mendukung target tersebut, antara lain:

  • Pengembangan infrastruktur listrik di daerah-daerah yang belum terjangkau.
  • Penyediaan bantuan pemasangan baru bagi masyarakat yang tidak mampu secara finansial.
  • Peningkatan kapasitas pembangkit listrik untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
  • Pemantauan dan evaluasi berkala terhadap progres program listrik desa.

Dengan pendekatan yang terencana dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang agar setiap desa dan dusun di Indonesia dapat merasakan manfaat dari akses listrik yang lengkap dan andal. Ini akan menjadi fondasi penting untuk pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Lebih baru Lebih lama