Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Menarik Perhatian Ahli Militer Jepang

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Menarik Perhatian Ahli Militer Jepang

Kolaborasi antara Indonesia dan Turki terkait Tank Harimau serta rudal KHAN ITBM-600 ternyata mendapat perhatian dari para analis militer Jepang.

Tank ringan berjenis sedang yang tampak seperti tank tempur muncul dengan tujuan untuk mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT (Modern Medium Weight Tank) yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki baru-baru ini," kata pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya hari ini, Sabtu (3/1/2026).

MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan tren dunia menuju tank berat yang lebih hemat biaya tetapi dengan kapasitas dan kualitas yang lebih baik di berbagai negara, tambahnya.

Kolaborasi antara Indonesia dan Turki juga mencakup rudal jarak menengah KHAN ITBM-600, di mana unit pertama tiba di Indonesia pada Agustus 2025, sementara sisanya akan diterima pada awal tahun 2026 dengan kontrak pembelian "empat baterai".

Pengumuman rencana pembelian "empat baterai" untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 memicu pertanyaan dari masyarakat, yaitu apa makna satu baterai rudal, serta seberapa besar pengaruhnya terhadap kemampuan pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.

Apa yang Dimaksud dengan "Baterai" dalam Sistem Rudal Balistik?

Dalam doktrin artileri yang saat ini berlaku, baterai bukan merupakan satu unit peluncur tunggal.

Satu baterai merupakan sistem tempur lengkap yang terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara bersamaan, biasanya terdiri dari empat hal, masing-masing Unit Peluncur (Launcher).

Kendaraan peluncur beroda (misalnya 8×8) yang digunakan untuk membawa dan melepaskan rudal. Satu baterai biasanya terdiri dari beberapa launcher, bukan hanya satu.

Kemudian kendaraan Komando dan Kendali (C2) yang berfungsi sebagai pusat pengatur tembakan, perencanaan misi, serta koordinasi antar-unit.

Poin ketiga yaitu unit Radar/Surveilans & Sensor yang berperan dalam mendukung pengumpulan target serta pengintegrasian data (pada tingkat taktis).

Kendaraan Logistik dan Pendukung yang juga mencakup persediaan amunisi, perawatan, komunikasi, serta perlindungan.

"Dengan konfigurasi tersebut, baterai merupakan satu kesatuan operasional mandiri yang siap digunakan," katanya.

Makna "Empat Baterai" KHAN ITBM-600

Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, berarti Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi juga membentuk empat kesatuan tempur balistik taktis yang lengkap.

Dampaknya ada tiga hal.

Pertama adalah redundansi & ketahanan tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap tersedia meskipun satu baterai tidak berfungsi.

Poin Kedua, cakupan operasional yang lebih luas karena baterai bisa dilepas dan ditempatkan di area berbeda sesuai keperluan.

Poin ketiga adalah kesiapan yang terstruktur melalui siklus operasi, latihan, dan pemeliharaan tanpa mengurangi kemampuan tempur.

Apa pengaruhnya terhadap kemampuan pertahanan Indonesia?

1) Kemampuan Menakut-nakuti (Deterrensi) yang Percaya Diri

KHAN ITBM-600—versi ekspor dari BORA yang diproduksi oleh Roketsan—menawarkan kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons serta daya tahan.

2) Mobilitas & Survivabilitas

Platform mobile (shoot-and-scoot) menyulitkan pelacakan dan penargetan baterai, meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup dalam situasi konflik.

3) Fleksibilitas Penempatan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memperoleh keuntungan dari kemampuan pemisahan baterai dalam melindungi objek penting strategis dan wilayah kedaulatan.

4) Loncatan Doktrin Artilleri Darat

Empat baterai menunjukkan perubahan dari senjata artileri tradisional menuju serangan presisi yang berlapis, memperluas pilihan komando darat tanpa bergantung pada satu jenis platform.

Transparansi & Keamanan

Pemerintah Indonesia memang tidak mengungkapkan informasi jumlah launcher atau rudal per baterai, dan hal ini biasa dilakukan untuk alasan keamanan.

Namun secara teori, empat baterai berarti empat kelompok kemampuan lengkap, bukan hanya angka yang bersifat simbolis.

Oleh karena itu, tambahnya, penggunaan istilah "empat baterai" KHAN ITBM-600 menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengembangkan kemampuan balistik taktis yang lengkap, tersebar, dan berkelanjutan.

Maka bukan hanya menambah alat perang, tetapi meningkatkan kualitas posisi pertahanan darat menuju akurasi, mobilitas, dan kemampuan menakut-nakuti yang jelas.


Lebih baru Lebih lama