Puncak Hujan Jogja Berlangsung Sampai Februari 2026

jogja.MediaHarianDigital, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi memperpanjang status Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 19 Maret 2026. Tindakan penting ini dilakukan untuk menghadapi ancamancuacaekstrem selama musim hujan puncaknya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyampaikan bahwa perpanjangan status tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025. Status darurat yang mencakup risiko banjir, longsor tanah, dan angin kencang telah mulai berlaku sejak 20 Desember 2025.

Berdasarkan prediksi dari BMKG, intensitas curah hujan tertinggi di wilayah DIY diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menjelaskan kondisi cuaca yang akan terjadi selama tiga bulan mendatang.

Pada bulan Januari 2026, curah hujan diperkirakan berkisar antara 201 hingga lebih dari 500 mm, dengan kriteria menengah hingga sangat tinggi. Jenis hujan termasuk dalam kategori normal hingga di atas normal.

Pada bulan Februari 2026, intensitas curah hujan diperkirakan berada dalam kisaran 201 hingga 500 mm (kriteria sedang hingga tinggi) dengan karakteristik hujan yang sepenuhnya normal.

Pada Maret 2026, intensitas curah hujan mulai sedikit berkurang, berada di kisaran 201 hingga 400 mm, namun masih termasuk dalam kriteria sedang hingga tinggi.

Agustinus Ruruh Haryata menekankan perlunya sikap aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak kewalahan ketika terjadi bencana.

"Pohon-pohon yang tinggi dan rapuh segera dilakukan pemangkasan. Jika sudah rapuh, ya, dipotong karena beberapa kali kejadian pohon tumbang justru menyebabkan korban jiwa," katanya.

Warga Yogyakarta juga diminta untuk memastikan saluran air tidak tersumbat agar mampu menampung kenaikan debit air hujan.

Warga yang tinggal di kawasan pegunungan diminta segera melaporkan kepada relawan Kalurahan Tangguh Bencana apabila menemukan retakan tanah, agar dapat segera dilakukan penilaian risiko longsoran.

Selain itu, pemilik papan iklan diminta untuk memastikan bahwa papan reklame atau baliho yang berada di area umum dalam keadaan kuat agar mampu menghadapi angin kencang.

BPBD DIY mencatat beberapa peristiwa bencana yang terjadi sepanjang bulan Januari 2026, khususnya di Kabupaten Gunungkidul.

Peristiwa yang dilaporkan mencakup angin puting beliung serta kejadian tanah longsor di kawasan Girikarto, Panggang.

Saat ini, BPBD DIY melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) terus mengawasi perubahan cuaca secara terus-menerus selama 24 jam dan siap mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) apabila dibutuhkan bantuan tambahan di tingkat kabupaten/kota.(antara/jpnn)

Lebih baru Lebih lama