
Ringkasan Berita:
- BMKG memperkirakan 15 kelurahan di Kabupaten Mimika akan dilanda hujan ringan hingga sedang pada Selasa (6/1/2026).
- Wilayah yang terkena dampak mencakup Mimika Baru, Wania, hingga Tembagapura, sedangkan Distrik Hoya dan Jila diperkirakan berawan.
- BMKG menyarankan pemakaian pakaian yang sesuai untuk menjaga kesehatan dalam kondisi cuaca yang lembap.
Liputan Jurnalis, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika memperkirakan sebagian besar wilayah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akan mengalami curah hujan rendah hingga sedang, Selasa (6/1/2026).
Ada 15 distrik, termasuk daerah yang padat penduduk seperti Mimika Baru, Wania, dan Kuala Kencana, yang tergolong dalam wilayah berisiko tinggi curah hujan.
Cuaca yang tidak stabil memaksa penduduk untuk lebih waspada saat melakukan kegiatan di luar ruangan.
Distrik lain yang juga terkena dampak hujan meliputi Agimuga, Mimika Timur, Mimika Barat, Jita, Mimika Timur Jauh, serta daerah pegunungan Tembagapura.
Sementara itu, BMKG mengungkapkan hanya tiga wilayah yang diprediksi berawan tanpa hujan, yaitu Hoya, Mimika Barat Jauh, dan Jila.
Perubahan iklim di kawasan Mimika terkenal sangat berubah-ubah sehingga kemungkinan hujan bisa berkembang menjadi cuaca yang ekstrem secara tiba-tiba.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk waspada terhadap bahaya banjir atau genangan air yang bisa mengganggu kegiatan transportasi sehari-hari.
Warga diimbau memakai pakaian yang sesuai agar tetap sehat dalam kondisi cuaca yang dingin dan basah.
"Gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi kesehatan agar terhindar dari gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca," tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Ahli meteorologi memperingatkan bahwa gangguan aktivitas bisa terjadi apabila intensitas curah hujan meningkat di daerah pantai maupun dataran tinggi.
Warga bisa mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG atau stasiun Mozes Kilangin Mimika.
Pemerintah daerah berharap masyarakat senantiasa mengupdate data cuaca untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada awal tahun ini. (*)