Grebeg Sudiro 2026 Hiasi Perayaan Imlek di Solo

Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Solo, Jawa Tengah, akan semakin meriah dengan berbagai rangkaian kegiatanGrebeg Sudiro2026. Perayaan yang menggabungkan seni budaya, masakan, dan hiburan tradisional ini tahun ini kembali mencapai tingkat yang lebih tinggiKarisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2026, Arsatya Putra Utama, menyatakan bahwa Grebeg Sudiro merupakan satu-satunya acara tingkat kelurahan yang mampu melewati seleksi yang ketat, serta masuk dalam Top 10 Event Pariwisata Jawa Tengah. Arsatya menjelaskan bahwa Grebeg Sudiro tahun ini mengusung tema Heritage In Harmony, dengan tujuan menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya sambil tetap hidup selaras dengan perkembangan modern. Panitia menargetkan jumlah pengunjung mencapai 450.000 orang, meningkat dari 434.500 pada tahun 2025.

Pilihan Editor: Masjid Hindia di Pusat Malaysia

"Serangkaian kegiatan dimulai dengan Umbul Mantram pada 5 Februari pukul 18.00–23.00 WIB," ujarnya dalam konferensi pers di Solo, Selasa, 3 Februari 2026.

Rangakaian Grebeg Sudiro

Prosesi budaya tersebut dimulai dari Kelurahan Sudirobrajan, melewati Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Ir. Djuanda, Bok Teko, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Urip Sumoharjo, Pasar Gede, Klenteng Tien Kok Sie, dan kembali ke Sudirobrajan. Para pengunjung dapat menyaksikan acara makan bersama Umbul Bejono, pertunjukan tarian masyarakat, kesenian perguruan tinggi, serta wayang orang sambil merasakan suasana budaya Solo yang asli.

Pameran kuliner diadakan pada 6–21 Februari di Ketandan, menampilkan 60tenantpasar serta 250 pengusaha UMKM yang menawarkan hidangan khas Solo dan tampilan inovatif. Para wisatawan juga dapat menikmati perahu hias setiap sore hingga malam dengan harga tiket Rp 10.000 per perahu, melintasi sungai yang dipenuhi ribuan lampu lampion dan hiasan berwarna-warni.

Pilihan Editor: Sisa-sisa Kilau Emas di Lebong Tandai

Pameran UMKM dan Sendratari Kreasi Baru hadir di Balai Kota Solo pada tanggal 10–16 Februari, menampilkan pertunjukan seni tradisional dan modern setiap malam. Puncak acara adalah Karnaval Budaya Grebeg Sudiro pada 15 Februari pukul 13.00–18.00 WIB, dengan rute dimulai dari Pasar Gede, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Sunaryo, Kapten Mulyadi, RE Martadinata, Cut Nyak Dien, hingga Ir. Juanda.

"Karnaval akan menampilkan peserta dari berbagai daerah, negara, bahkan luar negeri seperti Pakistan, Malawi, Tanzania, India, Timor Leste, Suriah, Nigeria, Sudan, Jepang, dan Thailand," katanya.

Salah satu daya tarik yang menarik adalah tarian kolosal “Sudiroprajan Ngumandang”, koreografi Nur Diatmoko, yang menggabungkan budaya Jawa danTionghoa, menggambarkan keseimbangan dan riwayat Sudiroprajan.

Penggerak Ekonomi Lokal

Kepala Desa Sudiroprajan, Agustinus Deny Khristiawan, menekankan bahwa Grebeg Sudiro bukan hanya upacara budaya, tetapi juga penggerak perekonomian lokal. "Masyarakat terlibat mulai dari pembuatan jodang hingga pasar UMKM, sehingga dampak ekonomi langsung dirasakan oleh warga," katanya.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta masuk dalam kalender acara nasional, Grebeg Sudiro 2026 menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi untuk merasakan budaya, masakan, dan hiburan khas.Solo. Bagi para pengunjung lokal maupun internasional, festival ini memberikan pengalaman Tahun Baru Imlek yang menyeluruh, penuh dengan warna, rasa, dan tradisi, sekaligus memperkuat Solo sebagai kota yang ramah, damai, dan penuh toleransi.

Lebih baru Lebih lama