Kebun Binatang Surabaya Tetap Ramai Meski Digeledah Kejati Jatim

MEDIAHARIANDIGITAL - Objek wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih ramai dikunjungi oleh para pengunjung, meskipun baru saja dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan.

Dari pantauan di lokasi, pada hari Minggu siang (8/2), kawasan KBS di Jalan Setail Nomor 1, Darmo, tampak ramai. Ratusan pengunjung antusias menyaksikan dan berinteraksi dengan berbagai koleksi hewan.

Selain menikmati hewan, beberapa pengunjung juga sibuk merekam momen menggunakan ponsel dan bersantai sambil menikmati makanan. Suasana yang nyaman pada akhir pekan menunjukkan bahwa KBS menjadi tempat tujuan favorit di Surabaya.

Seorang warga Candi, Sidoarjo, Dony Setiawan, mengatakan belum mengetahui adanya penggeledahan di kantor Kebun Binatang Surabaya (KBS) beberapa hari yang lalu. Meskipun demikian, ia termasuk pengunjung yang sering berkunjung ke KBS.

Tidak tahu, baru mengetahui hal ini. Semoga masalahnya segera selesai dan KBS bisa menjadi lebih baik lagi. Saya sendiri yang penting hewan-hewannya tetap terjaga dan fasilitasnya terawat," kata Dony kepada MEDIAHARIANDIGITAL, Minggu (8/2).

Seorang karyawan swasta berusia 32 tahun menceritakan bahwa ia sering menghabiskan akhir pekan bersama istri dan dua anaknya di KBS. Selain lokasinya yang dekat, Kebun Binatang Surabaya dinilai sebagai tempat rekreasi dan edukasi yang ideal.

Di sisi lain, Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti menyampaikan bahwa berita penggeledahan kantor oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak memengaruhi jumlah pengunjung.

"Tidak berdampak ya, terbukti kita tadi datang ke sini saja apalagi hari Minggu. Wah, jumlah pengunjungnya benar-benar luar biasa. Jika pengunjung pada hari Sabtu mencapai 10 ribu, maka pada hari Minggu bisa meningkat hingga 20-30 ribu per harinya," kata Nurika.

Terutama dalam waktu dekat, terdapat banyak momen libur panjang, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Valentine, menjelang Bulan Ramadhan, serta Hari Raya Idul Fitri 2026, yang sering kali mengakibatkan peningkatan jumlah pengunjung.

"Bila dibandingkan antara 2024 dan 2025, terjadi kenaikan jumlah pengunjung sekitar 5 persen. Selama tahun 2024, KBS dikunjungi sebanyak 1,99 juta lebih, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 2,10 juta lebih pengunjung per tahun, cukup menonjol, alhamdulillah," tambahnya.

Sebagai informasi, tim penyidik dari Divisi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan penggeledahan di kantor PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya pada hari Kamis sore (5/2), dan sebanyak 4 kotak dokumen berhasil disita.

Operasi penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pengelolaan keuangan Kebun Binatang Surabaya, yang kini telah memasuki tahap penyidikan.

Kepala Penyidik Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariand menyampaikan bahwa pelaksanaan penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: Print-339/M.5.5/Fd.2/02/2026.

"Sebagai tindak lanjut, hari ini Kamis, 5 Februari 2026, Tim Penyidik Kejati Jatim melakukan penggeledahan di area Kantor PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," katanya, Jumat (6/2).

Saat melakukan penggeledahan, tim penyidik melakukan penyegelan terhadap berbagai ruangan, termasuk kantor administrasi dan keuangan, ruang direksi, bagian keuangan, ruang pengadaan, serta ruang arsip.

"Tim penyidik Kejati Jatim juga menyita empat (4) peti kontainer yang berisi dokumen-dokumen yang diduga terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut," tambah John Franky.

Selain dokumen, penyidik juga mengamankan ponsel yang dimiliki oleh direksi, laptop, serta alat elektronik lainnya. Seluruh barang bukti yang telah diamankan akan dianalisis dan diteliti lebih lanjut oleh Tim Penyidik Kejati Jatim.

Lebih baru Lebih lama