
Kota Solo mulai memperbaiki kondisi untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah meningkatkan kebersihan wilayah pariwisata serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya ini terlihat dari kegiatan kerja bakti besar-besaran yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Solo Respati Ardi di kawasan Pasar Gede dan tepian Sungai Kali Pepe, Senin, 9 Februari 2026.
Kegiatan pembersihan atau kurvei tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Solo. Pasar Gede dipilih karena menjadi salah satu tempat wisata andalan, sekaligus ikon wisata belanja dan kuliner tradisional yang selalu ramai dikunjungi.wisatawan.
Pengelolaan sampah
Pada kegiatan tersebut, Respati menyoroti masih kurangnya pengelolaan sampah yang baik, khususnya di area pasar. Ia menemukan tumpukan sampah di beberapa titik yang dibiarkan terlalu lama sebelum dibersihkan, sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap dan mengganggu kenyamanan para pengunjung.
"Kondisi ini jelas tidak baik dan mengurangi kenyamanan. Padahal Pasar Gede adalah wajah Kota Solo bagi para wisatawan," ujar Respati di tengah kegiatan tersebut.
Menurutnya, kebersihan merupakan hal penting dalam menciptakan pengalaman liburan yang menyenangkan. Lingkungan pasar yang bersih tidak hanya membuat kegiatan jual beli lebih nyaman, tetapi juga memperkuat citra Solo sebagai kota tujuan wisata yang ramah dan terorganisir. Ia mengatakan bahwa kebersihan menjadi faktor utama dalam menghasilkan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Kondisi pasar yang bersih tidak hanya menjadikan aktivitas perdagangan lebih nyaman, tetapi juga memperkuat reputasi Solo sebagai kota tujuan wisata yang ramah dan rapi. Menurut pandangannya, kebersihan menjadi elemen utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang menyenangkan. Lingkungan pasar yang bersih tidak hanya membuat kegiatan jual beli lebih nyaman, tetapi juga memperkuat citra Solo sebagai kota tujuan wisata yang ramah dan teratur.
Solo kota berseri
Respati mengingatkan bahwa sejak tahun 1988, Kota Solo telah ditetapkan sebagai kota berseri, yaitu bersih, sehat, rapi, dan indah. Nilai tersebut, menurutnya, perlu kembali dijaga, khususnya saat Solo mempersiapkan diri menyambut para pengunjung selama bulan Ramadan dan Lebaran.
“Kami berharap kota ini dapat dinikmati oleh semua orang. Para wisatawan datang dengan nyaman, dan warga juga merasa bangga terhadap kotanya,” katanya.
Ia juga menegaskan akan melakukan komitmen bersama dengan para pedagang pasar mengenai pengelolaan limbah. Respati tidak ragu memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan Surat Hak Penempatan (SHP), terhadap pedagang yang mengabaikan kebersihan kios mereka.
Selain pasar tradisional, perhatian juga diberikan pada kawasan wisata lainnya di Kota Bengawan. Respati menganggap kebersihan tempat wisata sebagai faktor penting dalam mempertahankan daya tarik Solo sebagai tujuan wisata budaya, kuliner, dan sejarah.
"Kami mempersiapkan Ramadan dan Lebaran. Kenaikan jumlah wisatawan pasti terjadi, dan kebersihan menjadi hal utama agar mereka merasa nyaman dan ingin kembali," katanya.
Respati menegaskan komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Solo dalam menjaga iklim pariwisata, mengingat sektor ini menjadi salah satu sumber utama perekonomian kota. Dengan lingkungan yang bersih dan rapi, Solo diharapkan semakin siap menjadi tujuan favorit bagi para wisatawan selama liburan Lebaran 2026.