KUBU RAYA – Program Penanganan Sarana dan Prasarana Permukiman Kumuh di Desa Parit Baru, Kabupaten Kubu Raya, kini memasuki fase krusial dengan fokus pada pembenahan infrastruktur strategis senilai Rp7,33 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penataan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan teratur.
Kepastian progres proyek ini dipantau langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di lokasi proyek, Senin (2/3). Penanganan di kawasan seluas 19,92 hektare ini mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 2.565 meter, drainase 2.001 meter, serta penyediaan fasilitas persampahan dan proteksi kebakaran.
"Desa Parit Baru menjadi sasaran utama karena kondisi lingkungannya yang membutuhkan penataan ulang menyeluruh. Melalui nilai kontrak yang besar ini, kita pastikan setiap rupiah berubah menjadi fasilitas berkualitas bagi warga," tegas Gubernur Ria Norsan di lokasi peninjauan.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Kubu Raya, khususnya sepanjang jalur Jalan Adisucipto, didasari pada tingkat kepadatan bangunan yang sangat tinggi—di mana rumah warga seringkali saling berdempetan tanpa sistem drainase yang memadai. Proyek ini hadir sebagai solusi konkret untuk memperbaiki struktur permukiman yang sudah lama terabaikan.
Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengapresiasi koordinasi taktis antara Pemprov Kalbar dan Pemerintah Pusat. Ia menekankan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan agar hasil pekerjaan memberikan dampak nyata bagi 3.492 jiwa penduduk setempat.
Selain infrastruktur publik, Gubernur Ria Norsan menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi secara konsisten menjalankan program pendamping berupa bedah rumah di 14 kabupaten/kota. Upaya integrasi antara pembangunan fisik lingkungan dan perbaikan rumah tidak layak huni diharapkan menjadi barometer nasional dalam pengentasan kawasan kumuh secara berkelanjutan di Kalimantan Barat. (arya)
