Eskalasi Konflik: Drone Arash-2 Iran Targetkan Jantung Pertahanan AS di Bandara Ben Gurion Israel

Foto : Wikimedia

TEHERAN – Militer Iran secara resmi mengumumkan serangan besar-besaran menggunakan pesawat nirawak (drone) canggih yang menargetkan aset strategis Amerika Serikat di wilayah Israel dan pangkalan regional lainnya pada Rabu (1/4/2026). Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Iran mengeklaim bahwa drone jenis Arash-2 berhasil menghancurkan pesawat AWACS (sistem peringatan dini) dan pesawat tanker milik AS yang ditempatkan di Bandara Ben Gurion, Israel. Serangan ini menandai fase baru yang lebih agresif dalam konfrontasi langsung antara kekuatan Teheran melawan aliansi AS-Israel di Timur Tengah.

Serangan ini disebut sebagai tindakan balasan langsung atas rangkaian operasi militer AS dan Israel yang sebelumnya menargetkan area pemukiman serta fasilitas non-militer di wilayah Iran. Selain menyasar wilayah Israel, drone Arash-2 juga dilaporkan menghantam pusat deteksi radar, pangkalan pelacakan rudal, serta instalasi peperangan elektronik di Uni Emirat Arab. Berdasarkan analisis citra satelit, gempuran tersebut telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang serius dan secara signifikan mengganggu operasional tempur pasukan koalisi di kawasan tersebut.

Penggunaan drone Arash-2 dalam gelombang serangan terbaru ini menunjukkan peningkatan kapabilitas teknologi militer Iran yang mengancam dominasi pertahanan udara Israel. Dengan jangkauan operasional mencapai 2.000 kilometer, drone ini mampu menembus sistem pertahanan canggih untuk menjangkau target-target vital di seluruh kawasan. Teheran menegaskan bahwa operasi ini merupakan peringatan keras bagi negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, mempertegas posisi Iran dalam menggunakan kekuatan penuh untuk membalas setiap serangan yang merugikan kedaulatan dan warga sipil mereka. (arya) 


Lebih baru Lebih lama