Foto : Ilustrasi AI
MEMPAWAH – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galaherang Mempawah meminta masyarakat mulai menyiapkan cadangan air guna mengantisipasi prediksi musim kemarau panjang tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan periode kekeringan yang lebih lama pada tahun ini.
Direktur PDAM Tirta Galaherang, M Taufik, menyampaikan bahwa meski saat ini wilayah Mempawah masih terbantu dengan curah hujan yang sesekali turun, tantangan besar terhadap ketersediaan air baku tetap mengintai. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit air baku seringkali memaksa pihak PDAM untuk menghentikan operasional pelayanan secara sementara demi menjaga stabilitas sistem.
“Kami menghadapi fenomena rutin saat kemarau, yakni air baku yang menyusut. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan yang terkadang harus kami matikan sementara waktu,” ujar Taufik pada Rabu (15/4/2026).
Meskipun potensi kendala teknis ada pada beberapa titik, Taufik memastikan bahwa pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Bemban sejauh ini masih terpantau stabil dan dapat beroperasi dengan baik untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Sebagai langkah preventif, pihak PDAM secara tegas mengimbau pelanggan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air bersih. Warga diminta mulai menyediakan wadah penampungan mandiri sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi hambatan distribusi akibat faktor alam. Menurut Taufik, penggunaan air yang bijak menjadi kunci utama agar ketersediaan air tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang.(arya)
