Aktivitas Pelabuhan Kijing Meningkat, Jalur Utama Mempawah–Pontianak Dinilai Tidak Layak

Foto : Istimewa

MEMPAWAH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mempawah mendesak pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat untuk segera membangun jalan tol sebagai solusi permanen atas meningkatnya angka kecelakaan di jalur utama Kijing–Pontianak. Peningkatan aktivitas logistik dari Terminal Internasional Kijing dinilai telah menciptakan situasi darurat keselamatan jalan yang memerlukan penanganan strategis dan cepat.

Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan M. Yusuf, menegaskan bahwa perubahan karakter lalu lintas sejak beroperasinya Pelabuhan Kijing tidak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia saat ini. Menurutnya, kepadatan kendaraan berat yang melintas setiap hari telah meningkatkan risiko insiden fatal di sepanjang jalur vital tersebut.

“Arus kendaraan berat sekarang jauh lebih padat. Jalan tol menjadi opsi yang paling realistis untuk jangka panjang karena kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur yang ada saat ini untuk menampung beban logistik yang terus tumbuh,” ujar Riduan, Selasa (5/5/2026).

Selain rencana pembangunan tol, Riduan juga menuntut langkah taktis jangka pendek berupa pelebaran jalan dan perbaikan geometrik di titik-titik rawan kecelakaan. Ia menyoroti sempitnya ruang jalan yang seringkali memicu kecelakaan saat kendaraan besar berpapasan. Tak hanya soal fisik jalan, perilaku pengemudi angkutan barang yang berhenti sembarangan di bahu jalan tanpa standar keselamatan juga menjadi perhatian serius.

DPRD Mempawah berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat segera membuahkan hasil nyata, mengingat jalur ini merupakan urat nadi distribusi ekonomi Kalimantan Barat yang harus tetap menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan. (arya)

Lebih baru Lebih lama