PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pemberdayaan perempuan di seluruh wilayah. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Fokus pada kelompok pelaku usaha kecil dan perempuan dinilai menjadi pondasi kuat bagi stabilitas ekonomi daerah.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Anggota DPD RI, Erlinawati, telah merumuskan berbagai langkah strategis untuk mengintegrasikan program pemerintah daerah dengan kebijakan di tingkat pusat. Pertemuan keduanya menekankan pentingnya sinkronisasi program agar bantuan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target-target pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat.
Kolaborasi ini juga melibatkan peran aktif berbagai organisasi perempuan, seperti Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Keterlibatan organisasi-organisasi tersebut dipandang krusial dalam menyentuh akar rumput, khususnya dalam memberikan edukasi serta akses keterampilan bagi kaum perempuan. Melalui wadah ini, potensi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dapat dioptimalkan secara lebih profesional.
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika seluruh lapisan masyarakat terlibat secara aktif tanpa terkecuali. Dengan mendorong keterwakilan perempuan dalam sektor ekonomi produktif, kemandirian fiskal di tingkat rumah tangga diharapkan dapat segera terwujud. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan investasi lokal yang lebih merata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Sebagai penutup, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar dipastikan akan terus dioptimalkan melalui pengawasan dan evaluasi berkala terhadap setiap kerja sama yang dijalankan. Sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, perwakilan pusat, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan nyata. Melalui komitmen bersama ini, Kalimantan Barat optimis mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri bagi masa depan. (arya)
