Foto : Istimewa
PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, secara resmi membuka Kalbar Food Festival ke-7 yang ditandai dengan aksi spektakuler pemecahan rekor dunia melalui penyajian 12.000 porsi Lontong Sukadana di halaman Ayani Megamall, Minggu pagi (3/5/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi pencapaian simbolik bagi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), tetapi juga menjadi strategi utama Gubernur Norsan dalam mempromosikan kekayaan kuliner lokal ke kancah global sekaligus memperkuat identitas budaya Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa keberhasilan menyajikan belasan ribu porsi kuliner khas tersebut adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Lontong Sukadana kini bukan sekadar hidangan, melainkan simbol gotong royong dan jati diri masyarakat Kalimantan Barat yang harus terus dilestarikan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi.
“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi tentang bagaimana kita menunjukkan kepada dunia bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang luar biasa. Kita ingin UMKM kita naik kelas, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar nasional bahkan global,” tegas Norsan di hadapan para tamu undangan dan ribuan masyarakat yang hadir.
Gubernur juga mendorong para pelaku usaha kuliner untuk terus berinovasi dalam hal kualitas, higienitas, dan kemasan produk tanpa meninggalkan cita rasa autentik. Ia berkomitmen bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM melalui pembinaan, akses permodalan, hingga perluasan pasar.
Festival yang dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa ke-6 ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Selain aksi kuliner massal, perhelatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai agenda seperti pemilihan duta kuliner, fashion show tenun, kompetisi memasak bersama juara MasterChef Indonesia Stephanie Meyerson, serta kehadiran ratusan tenant UMKM.
Melalui kegiatan ini, Gubernur Ria Norsan berharap tercipta perputaran ekonomi yang signifikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan sektor pariwisata daerah. "Mari kita bangga dengan produk kita sendiri. Dengan kebersamaan, saya yakin Kalimantan Barat akan semakin maju dan dikenal secara internasional," pungkasnya. (arya)
