Foto : Istimewa
KUBU RAYA - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan arang bakau di Desa Batu Ampar melalui pendekatan yang menyeimbangkan antara pemulihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Langkah konkret ini diawali secara simbolis melalui aksi penanaman mangrove oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, pada Selasa (19/5).
Rehabilitasi kawasan pesisir ini dipastikan bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari sembilan langkah strategis yang telah disiapkan pemerintah daerah pasca-dicabutnya diskresi arang bakau. Bupati Sujiwo menegaskan bahwa program ini menyentuh hajat hidup orang banyak, sehingga penyelesaiannya harus menyasar pada akar masalah, termasuk urusan urusan isi perut (perekonomian) warga setempat.
"Ini salah satu solusi dari sembilan langkah yang akan kita ambil. Ini bukan omon-omon tapi sembilan langkah konkret, pasca dicabutnya diskresi arang bakau," tegas Sujiwo. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya memegang data lapangan secara utuh dan siap membuka fakta terkait kondisi riil masyarakat di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah daerah menjamin ekosistem pasar (market) bagi bibit mangrove hasil budidaya masyarakat Batu Ampar. Selain membantu pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan mengalokasikan anggaran secara berkala setiap tahunnya untuk membeli bibit-bibit tersebut. Untuk mempercepat proses ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah diinstruksikan melakukan pemetaan (mapping) lahan-lahan yang terkikis guna menentukan titik penanaman bersama komunitas.
Langkah taktis yang diambil pemerintah daerah ini mendapat dukungan penuh dari tingkat pusat melalui Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Wilayah Kalimantan. Kepala BPEGM Kalimantan, Yunus Sudaryanti, menyatakan dukungannya terhadap upaya restorasi ini, terlebih dengan rencana ditetapkannya Desa Batu Ampar sebagai Desa Mandiri Peduli Mangrove.
Sebagai wujud sinergi, BPEGM dijadwalkan akan menggelar bimbingan teknis pemetaan potensi untuk peningkatan kapasitas masyarakat pada Juni mendatang, yang nantinya akan diikuti dengan penyaluran bantuan usaha pembibitan serta sektor ekonomi alternatif lainnya.(arya)
