Foto : Istimewa
PONTIANAK – Ajang Lenggang Wastra Kalbar Berdaya 2026 sukses membuktikan bahwa kain tradisional Kalimantan Barat bukan sekadar warisan budaya yang bernilai seni tinggi, melainkan juga instrumen penggerak ekonomi kreatif yang mampu bersaing di era modern. Melalui peragaan busana yang digelar dalam rangkaian Rapat Kerja Daerah Dekranasda Provinsi Kalbar di Pendopo Gubernur, Senin malam (2/6/2026), sinergi antara pelestarian identitas lokal dan peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM serta perajin daerah tampak semakin nyata.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa penguatan ekosistem kain tradisional ini memiliki dampak ganda. Selain menjaga filosofi dan kekayaan lokal, meningkatnya minat masyarakat terhadap busana berbasis wastra akan langsung membuka peluang pasar yang lebih besar bagi perajin tenun, batik, hingga songket khas daerah. Oleh karena itu, ia mengapresiasi tinggi seluruh peserta dari kabupaten dan kota yang telah menampilkan inovasi desain modern, elegan, dan relevan dengan tren masa kini.
Gagasan tersebut tercermin langsung dalam kompetisi ketat yang menampilkan karya-karya unggulan dari berbagai daerah. Kabupaten Bengkayang sukses mengamankan posisi Best Performance I dengan nilai 14,5 persen lewat keanggunan Wastra Motif Ruwe Sangkabangk. Menyusul ketat di tempat kedua, Kabupaten Ketapang meraih nilai 14,3 persen melalui Batik Motif Sulur Bunga Pesisir Gemilang. Sementara itu, Kabupaten Sambas menduduki peringkat ketiga dengan nilai 13,9 persen berkat pesona Kain Lunggi dan Kain Cual yang memukau dewan juri serta tamu undangan.
Saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, Erlina berpesan agar prestasi ini dijadikan motivasi untuk terus berinovasi. Tantangan besar berikutnya bagi Dekranasda dan seluruh pihak adalah memastikan wastra Kalimantan Barat tidak berhenti sebagai tontonan di atas panggung, tetapi bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan pilihan busana sehari-hari masyarakat. Melalui komitmen kolektif ini, produk budaya khas Kalimantan Barat diharapkan dapat memperluas pasarnya hingga ke tingkat nasional maupun internasional.(arya)
