
Kehadiran Bupati Nonaktif Pati di Sidang Tipikor
Semarang – Bupati nonaktif Kabupaten Pati, Sudewo, sempat menyapa ratusan pendukungnya setelah menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Senin (29/6/2026). Ia tampil di hadapan para loyalis dengan penuh semangat, memberikan orasi singkat yang disambut sorakan dan yel-yel dari massa.
Dalam orasinya, Sudewo menyinggung beberapa program pembangunan yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa infrastruktur terus mengalami peningkatan pesat. Bahkan, ia mengklaim bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp210 miliar untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026.
"Dan luar biasa infrastruktur berkembang pesat. Bahkan di 2026 ini kami alokasikan Rp210 miliar lagi," ujar Sudewo.
Selain infrastruktur, ia juga menyebutkan perkembangan RSUD Soewondo. Menurutnya, rumah sakit tersebut mengalami kemajuan selama masa kepemimpinannya. Ia membandingkan kondisi RSUD Soewondo dulu yang hampir tidak berfungsi dengan situasi saat ini yang lebih baik.
"Masyarakat Pati tahu bagaimana RSUD Soewondo dulu akan mati. Tetapi di tangan saya, rumah sakit itu menjadi maju," ucapnya.
Di akhir orasinya, Sudewo melontarkan pertanyaan retoris kepada para pendukungnya. Ia bertanya, "Siapa sesungguhnya pemimpin yang zalim? Rakyat Pati sudah tahu," ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung disambut sorakan dari massa yang sejak pagi hari mengawal jalannya persidangan. Para loyalis kemudian meneriakkan kata-kata seperti "Pulang sekarang... Pulang sekarang... Menjadi bupati kembali... Lanjutkan... Lanjutkan..."
Menanggapi dukungan tersebut, Sudewo mengajak seluruh masyarakat untuk terus berjuang melalui doa. Ia meminta agar semua lapisan masyarakat berdoa untuk kebebasannya.
"Seluruh lapisan masyarakat berjuang doakan saya supaya saya bebas," katanya.
Massa serempak menjawab, "Amin."
Setelah memberikan sambutannya di mobil barakuda Brimob Polda Jateng, massa aksi masih tetap berada di lokasi dan menghadang serta meminta Sudewo untuk kembali.