
JAKARTA - Kesuksesan yang diraih Timnas Tanjung Verde di ajang Piala Dunia 2026 sejatinya tidak tercapai dalam waktu singkat. Meskipun negara dengan jumlah penduduk hanya 529 ribu jiwa tersebut mampu melangkah ke babak 32 besar, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan persiapan matang sangat penting.
Tercatat, tim asuhan pelatih Bubista berhasil finis di atas Uruguay dan Arab Saudi, sehingga berhak mengikuti fase gugur bersama Spanyol. Kemenangan ini menunjukkan potensi luar biasa dari negara-negara kecil yang memiliki visi jangka panjang dalam pengembangan sepak bola.
CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, yakin bahwa Timnas Indonesia juga bisa meraih kesempatan serupa di masa depan. Saat ini, pihaknya berkomitmen untuk membantu mempersiapkan generasi pemain muda Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.
Salah satu program unggulan WOSPAC adalah membawa pemain usia 13-14 tahun ke Spanyol untuk berlatih dan bertanding di Liga resmi. Selain itu, para pemain tersebut akan mendapatkan eksposur karier global, termasuk koneksi langsung dengan jaringan pencari bakat, agen, dan klub-klub Eropa. Hal ini bertujuan untuk mengubah tekad anak bangsa menjadi profesi nyata.
"Kesempatan itu harus bertemu momentum agar berhasil. Kami menciptakan dan menjaga bakat supaya tidak hilang," ujarnya. "WOSPAC memberikan kesempatan untuk tetap bersekolah, meningkatkan kemampuan di akademi dan membentuk kepribadian anak. Sekolah dipastikan tidak terputus karena ada keselarasan dengan program latihan dan kompetisi," tambah Benhard dalam diskusi di Pekan Raya Jersey Coupe du Monde Edition di Senayan Park (Spark), Jakarta, Sabtu (27/6) malam.
WOSPAC telah melahirkan beberapa pemain binaan ternama seperti David Raya (Arsenal), Keita Balde (AS Monaco), hingga Jordi Alba (Barcelona). Ini menunjukkan bahwa program yang dijalankan oleh WOSPAC memiliki dampak nyata dalam menghasilkan pemain berkualitas.
Peran WOSPAC di masa depan sangat menarik untuk diperhatikan. Dengan tema "Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat", organisasi ini berkomitmen untuk membantu mewujudkan generasi pemain muda Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan WOSPAC antara lain:
- Program pembinaan pemain muda: Memilih pemain usia 13-14 tahun untuk dibawa ke Spanyol guna memperluas wawasan dan pengalaman mereka.
- Eksposur karier global: Memberikan akses langsung ke jaringan pencari bakat, agen, dan klub-klub Eropa.
- Pendidikan yang tidak terganggu: Memastikan bahwa pemain tetap bisa bersekolah sambil berlatih dan berkompetisi.
Dengan adanya program ini, WOSPAC diharapkan mampu menghasilkan pesepak bola muda yang nantinya bisa bermain di Timnas Indonesia. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional secara keseluruhan.